Kunjungi Papua, Presiden Sosialisasikan Pentingnya Asupan Gizi dan Protein

Senin, 17 Okt 2016

JAKARTA (Pos Sore) — Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana mengunjungi SD Bonaventura di Jalan Raya Kemiri, Sentani, untuk meninjau pelaksanaan program pemberian pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT) kepada para ibu hamil, balita dan anak sekolah.

Tarian selamat datang dari para pelajar SMA Asisi Sentani menyambut kedatangan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana. Tampak juga masyarakat setempat yang sangat antusias menantikan kedatangan Presiden dan Ibu Negara memenuhi lokasi kegiatan.

Pada kesempatan yang sama, terdapat 160 ibu hamil, 148 balita, dan 694 anak sekolah yang telah hadir untuk mengikuti arahan terkait PMT dari.

Presiden Jokowi kembali memberikan perhatiannya kepada pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan para balita serta anak-anak. Menurut Presiden, kualitas sumber daya manusia Indonesia yang baik harus memiliki gizi yang baik sejak balita.

Oleh karena itu, arahan Presiden kali ini terkait dengan konsumsi biskuit sebagai makanan tambahan penambah protein yang turut dibagikan kepada warga yang hadir.

“Biskuit ini untuk makanan tambahan. Ini diberikan khusus untuk ibu hamil, balita, dan anak-anak karena terdapat protein yang diperlukan tubuh,” kata Presiden, Senin (17/10).

Khusus kepada para ibu hamil, Presiden berpesan agar rutin mengonsumsi biskuit tersebut sebanyak dua kali per hari selama tiga bulan pertama masa kehamilan. Sementara pada bulan-bulan selanjutnya, asupan makanan tambahan tersebut ditambah hingga menjadi tiga keping per hari.

“Saya titip untuk ibu-ibu hamil roti biskuitnya ini untuk tiga bulan pertama dimakan hanya dua keping. Pada bulan keempat sampai sembilan baru tiga keping,” terang Presiden.

Presiden kembali mengingatkan biskuit tersebut adalah makanan tambahan. Para ibu tetap diharuskan untuk mengonsumsi makanan utama yang kaya akan protein dan gizi.

“Hati-hati, waktu kehamilan ini sangat menentukan sehat dan cerdasnya anak,” imbuhnya.

Sedangkan bagi balita berusia 6 sampai 11 bulan, Presiden menyarankan untuk mengonsumsi makanan tambahan khusus tersebut sebanyak 8 keping biskuit dalam sehari. Adapun bagi yang berusia 12 bulan hingga 5 tahun, disarankan untuk mengonsumsi sebanyak 12 keping setiap harinya.

“Tapi tetap setelah (bayi) lahir dan balita setiap bulan ditimbang di puskesmas atau posyandu. Kalau masih normal, bagus. Kalau kegemukan tolong direm,” tutur Presiden.

Sementara itu, anak-anak sekolah disarankan untuk mengkonsumsi biskuit yang berbeda dengan balita. “Dimakan 6 keping perhari. Jangan keliru ya,” pesan Presiden.

Kabupaten Jayapura sendiri berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan memiliki angka kasus gizi buruk yang berkisar pada 0,03 persen, jauh lebih baik bila dibandingkan dengan angka nasional yang berada pada 3,7 persen. Hal tersebut karena Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama dengan masyarakat setempat telah mengembangkan makanan lokal yang diperkaya dengan ikan dan telur sebagai sumber proteinnya. (reda)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015