Edukasi PTM, Fokus Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Senin, 14 Nov 2016

img_20161114_110452_hdr

JAKARTA (Pos Sore) – Penyakit tidak menular (PTM) menjadi fokus kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Karena ternyata, dalam 30 tahun terakhir ini, prevalensi PTM seperti stroke, jantung, diabetes melitus dan kanker terus meningkat tajam.

“Data menunjukkan 57 persen kematian disebabkan oleh PTM. Padahal PTM adalah jenis penyakit yang bisa kita hindari, berbeda dengan penyakit menular,” kata Muhani Mkes, dari Direktorat Promosi Kesehatan (Promkes) Kementerian Kesehatan di sela Forum Konsultasi Publik Germas hasil kerjasama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dengan Kemenkes, di Jakarta, Senin (14/11).

Dia menjelaskan, PTM lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup dan perilaku yang kurang sehat. Tak heran jika PTM kini mulai banyak ditemukan pada usia produktif bahkan usia belasan tahun. Bukan lagi monopoli orang berusia lanjut.

Untuk menekan prevalensi PTM, Germas memfokuskan pada tiga program utama yakni menyadarkan masyarakat untuk mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah cukup, mengajak masyarakat untuk melakukan aktivitas rutin (olahraga) dan mengajak masyarakat untuk melakukan cek kesehatan secara berkala.

Upaya mengkampanyekan Germas, saat ini pemerintah diakui telah menggandeng 20 organisasi masyarakat seperti Kowani dan melakukan nota kesepahaman dengan 44 dunia usaha. Kerjasama ini menjadi salah satu strategi yang ditempuh mengingat pemerintah tidak mungkin melakukan kampanye Germas secara sendiri.

Sementara itu, Titin Pamudji, Sekjen Kowani menjelaskan bahwa Kowani berupaya mengajak kaum perempuan untuk peduli dengan kesehatan. Kedudukan perempuan menjadi garda terdepan bagi sosialisasi hidup sehat, mulai dari lingkungan keluarga, RT/RW, posyandu hingga organisasi perempuan.

“Posisi perempuan yang secara gender terkait erat dengan penyediaan pangan keluarga diharapkan dapat menyukseskan kampanye Germas. Kaum ibu dapat memberi contoh kepada keluarga bagaimana berperilaku sehat,” tandasnya.

Kaum ibu sebagai penyedia pangan keluarga diharapkan dapat mengombinasikan pangan keluarga yang tidak hanya berorientasi kenyang, dengan banyaknya karbohidrat, namun harus memasukkan pangan buah dan sayur.

Siti Masrifah, anggota Komisi IX DPR RI, yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan begitu besarnya peran Kowani, maka ia menilai pemerintah akan rugi jika tidak menggandeng organisasi sebesar Kowani dalam mengkampanyekan Germas.

“Dengan anggota lebih dari 52 juta perempuan dan keberadaannya hingga menyasar masyarakat bawah atau akar rumput, Kowani adalah organisasi paling strategis untuk mengkampanyekan program-program pemerintah termasuk Germas. Ya bisa semacam MLM,” tegasnya.

Karena itu, Masrifah meminta agar pemerintah terus berupaya menggandeng Kowani dan ormas lainnya untuk mensosialisasikan program-progamnya. Mengingat dengan keterbatasan anggaran, tentu bekerjasama dengan ormas adalah satu keharusan. (tety)