Berburu Keperluan Anak dan Ibu Hamil di IMBEX 2016

Jumat, 25 Nov 2016

img-20161125-wa0053

JAKARTA (Pos Sore) – Ke mana berakhir pekan? Nah, buat para ibu yang memiliki anak masih kecil dan yang tengah menanti kelahiran buah hati, bisa mengisi liburan akhir pekan dengan mengunjungi Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX) yang berlangsung pada 25-27 November di Jakarta Convention Center.

Pameran yang diadakan Reed Panorama, itu bertujuan untuk memudahkan para orangtua dan ibu hamil memenuhi keperluan pernak pernik bagi si buah hati atau juga kebutuhan ibu hamil seperti susu dan pakaian hamil yang modis.

Tentunya berkunjungan bersama pasangan dan keluarga menjadi akhir pekan yang menyenangkan. Ini sangat penting juga untuk menjaga kualitas kesehatan ibu dan anak agar tetap sehat.

“Ibu-ibu tetap menjaga kualitas kesehatan mereka, dengan begitu ketika melahirkan anak, akan terjaga kualitas hidup anak,” kata Dr. Setyadewi Lusyati, SpA(K), PhD, Secretary Genderal Perkumpulan Perinatologi Indonesia (PERINESIA), di sela pembukaan Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX) 2016, di JCC, Jakarta, Jumat (25/11).

Nia Umar Vice Chairwoman Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menambahkan, dengan adanya pameran ini, ibu tidak hanya dapat berbelanja kebutuhan. Namun juga mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana cara menjaga buah hati, menyusui, memilih barang yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

“Kami melihat banyak ibu yang ingin mencari keperluan ibu hamil dan anak-anaknya. belanja itu tidak hanya membutuhkan kebutuhan fisik, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang kebutuhan seperti cara menyusui,” ujarnya.

Tak hanya keperluan seperti baju, sepatu, tempat tidur, aksesoris yang dipamerkan, tetapi juga mainan sebagai penunjang tumbuh kembang anak.

Menurut Widjonarko Tjokroadisumarto ketua Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI), anak sampai saat waktu masuk Taman Kanak-Kanak (TK) jangan dipercepat dengan intelektual seperti membaca, menulis, dan berhitung. Berilah kesempatan pada anak – anak untuk bermain.

“Maka bila ini tidak terjadi, pada usia remaja dan dewasa mereka akan membalas dendam. Ada anggapan remaja kurang bahagia,” kata Widjonarko dalam kesempatan yang sama.

Dia menyarankan untuk memberikan permainan apa saja pada anak-anak. Terutama untuk memberikan keterampilan tangan pada anak.

“Cari mainan yang aman. Kalau di Indonesia mainan yang aman itu yang memiliki SNI. Carilah yang mempunyai sertifikat SNI,” jelasnya.

Selain itu, carilah mainan yang juga dilengkapi intruksi pemakaian dalam bahasa Indonesia. Jika tidak, itu berarti sudah melanggar standar yang ditentukan. Tanpa instruksi bahasa Indonesia susah sekali mengetahui apa maksud dari mainan tersebut. (tety)