Pemanfaatan Transaksi Mobile di Indonesia Masih Rendah

Senin, 28 Nov 2016

img_20161127_131042

JAKARTA (Pos Sore) — Dari 280 juta penduduk Indonesia pengguna ponsel, baru sekitar 1 juta saja yang memanfaatkan internet banking. Hal ini menunjukkan rendahnya pengguna transaksi mobile di Indonesia.

Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia (Aperkei) menilai peluang pemanfaatan mobile transaction di Indonesia untuk kemudahan transaksi masih sangat besar. Karenanya, perlu edukasi yang masif untuk mengajak masyarakat sadar menggunakan transaksi mobile.

“Karena dengan adanya transaksi mobile akan semakin menguntungkan masyarakat, terutama dalam hal waktu dan keamanan,” jelas Ketua Harian Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia (Aperkei) M. Kharisma, yang juga Pelaksana di sela kegiatan Financial Festival 2016, di Gedung BPPT, Jakarta, Minggu (27/11).

Dikatakan menguntungkan karena waktu yang seharusnya digunakan untuk bertransaksi non mobile dapat dimanfaatkan untuk melakukan hal yang lebih produktif dan menguntungkan bagi pengguna mobile banking.

Masyarakat, kata dia, seharusnya mulai sadar betapa pentingnya arti memanfaatkan waktu untuk diisi dengan kegiatan yang lebih produktif lainnya. Terutama kebutuhan untuk meningkatkan kuantitas harta atau aset.

Itu sebabnya, kegiatan Financial Festival 2016 kembali diadakan. Dan, menurutnya, acaranya ini sangat penting karena digelar di penghujung tahun sehingga dapaat dijadikan ajang persiapan keuangan tahun depan.

Selain itu, ilmu yang diberikan tidak hanya tentang keuangan dan investasi, melainkan juga mencakup keuangan syariah, entrepreneurship, bisnis franchise, digital marketing, serta digital ekosistem.

img_20161127_135220

Kegiatan bertema ‘Meningkatkan Kesadaran Finansial Menuju Masyarakat Indonesia yang Makmur’ itu diadakan oleh Aperkei bekerja sama dengan Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI), Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM) dan Asosiasi FinTech.

“Finfes 2016 ini memiliki misi untuk menyebarkan ilmu perencanaan dan pengelolaan keuangan kepada masyarakat, menyebarluaskan ilmu berbisnis secara cepat dan mudah, serta membantu masyarakat Indonesia dalam mencapai kehidupan mandiri dan sejahtera.

Kegiatan itu juga diisi dengan konsultasi kesehatan keuangan pribadi/keluarga sebagai langkah awal menuju kondisi keuangan yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, juga diadakan awarding yang diberikan untuk para Perencana Keuangan dan produk investasi di Indonesia yang terbagi dalam beberapa kategori.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para individu maupun institusi yang telah memberikan kontribusi kepada masyarakat selama ini. (tety)