1000 Cap Telapak Tangan Wanita Pejuang Disimpan di Museum Joang 45

Minggu, 18 Des 2016

img_20161216_140449

JAKARTA (Pos Sore) – Memperingati Hari Ibu, Paguyuban Wanita Pejuang menggelar aksi 1.000 cap telapak tangan wanita pejuang di Museum Joang 45 Menteng, Jakarta. Aksi ini untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan bangsa khususnya kaum wanita.

Bagi Indonesia hari Ibu bagian dari kesadaran perempuan indonesia membangun persatuan dan kesatuan nasional Indonesia

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa yang meresmikan aksi tersebut mengatakan, pengumpulan 1.000 cap telapak tangan juga sebagai bentuk membangun persatuan dan kesatuan nasional. Para wanita yang telapak tangannya diabadikan ini dapat dijadikan contoh oleh generasi penerus

“Dibuatnya 1.000 cap telapak tangan adalah untuk menghargai para wanita yang telah berkontribusi untuk Indonesia.Telapak tangan merupakan bagian penting bagi anggota badan dan memiliki arti serta makna positif,” kata Khofifah saat meresmikan ‘Aksi 1000 cap telapak tangan wanita penjuang 45 dan Wanita Pengisi Pembangunan, di Jakarta, Jumat (16/12).

Dalam peresmian tersebut, turut mendampingi Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Giwo Rubianto Wiyogo, yang juga pencetus dan koordinator pengumpulan aksi 1000 telapak tangan wanita pejuang.

Menurutnya, tidak hanya wanita yang turut langsung dalam pertempuran merebut kemerdekaan, namun mereka yang memberikan keteladanan juga ambil bagian dalam aksi tersebut.

“‎Aksi 1.000 cap telapak tangan adalah perempuan Indonesia yang terkait dengan perjuangan revolusi kemerdekaan Indonesiaa, perjuangan pada awal kemerdekaan sampai pada upaya untuk bisa memberikan tetesan keteladanan untuk anak-anak negeri ini,” katanya.

Dengan diselengarakannya aksi 1000 cap telapak tangan wanita penjuang 45 dan wanita pengisi pembangunan sebagai momentum yang sangat penting bagaiman solidaritas perempuan untuk menjadi pemersatu bagi Indonesia, damai indonesia sejahtera.

Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta, Sri Kusumawati, sangat senang dengan diselengarakan acara ini. Selain museum ini sebagai tempat diselengarakan peresmian ini, museum ini nantinya sebagai tempat peletakan 1000 panel cap telapak tangan wanita pejuang 45.

“Peletakan 100 panel ini dinilai sangat tepat karena dilihat dari pengunjung museum sendiri kebanyakan dari rombongan para pelajar, sehingga nilai-nilai wanita pejuang 45 bisa dipelajari dan diteruskan untuk membangun pondasi penerus bangsa ini,” katanya.

Dengan peletakan 1000 panel cap telapak tangan wanita penjuang 45 ini akan menjadi pekerjaan besar baginya.

“Ini akan menjadi pekerjaan besar buat saya nantinya, karena setelah ini akan memberikan informasi nilai-nilai sejarah dari wanita-wanita yang cap telapak tangannya ada disini untuk diinformasikan kembali kepada pengujung museum,” ujarnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015