11.8 C
New York
06/05/2021
Aktual

2.648 Perusahaan Gelar Pemagangan

KARAWANG (Pos Sore) — Presiden Jokowi menyambut baik program pemagangan dalam negeri yang diprakarsai oleh Kementerian Ketenagakerjaan sebagai jalan keluar percepatan  pengentasan pengangguran dan peningkatan kompetensi pekerja.

Berbicara di depan sekitar 170 ribu peserta magang dalam negeri, Jumat (23/12), Presiden Jokowi mengatakan program seperti ini harus terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang.

Khusus untuk 2017, pemagangan dalam negeri diselenggarakan di empat provinsi masing-masing Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan satu provinsi di luar pulau Jawa seperti Sulawesi Selatan atau Sumatera Utara.

Sebelumnya Menaker Hanif kepada wartawan mengatakan tujuan digelarnya deklarasi adalah untiuk menggalang komitmen dunia usaha/dunia industri menyelenggarakan pemagangan dalam rangka percepatan peningkatan kompetensi dan sertifikasi.

“Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan di industri di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur/pendamping dari tenaga kerja berpengalaman dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu, “ kata Menteri Hanif.

Berbeda dengan program-prpgram sebelumnya, pemagangan kali ini dilakukan dengan mengadopsi sistem mengarah kepada dual system yang diterapkan pemerintah Jerman walaupun masih disesuaikan dengan kondisi Indonesia saat ini.

Diantaranya program pemagangan didesain mengacu jabatan kerja (okupasi) yang didasarkan pada kebutuhan industri. Skema program pemagangan terdiri dari 25 persen teori, 75 persen praktek dan diakhiri dengan uji kompetensi (sertifikasi).

Kewajiban peserta adalah mengikuti seluruh proses pemagangan sesuai peraturan yang ada; kewajiban industri adalah memfasilitasi proses penyelenggaraan dan kebutuhan peserta (asuransi kecelakaan kerja dan kematian, uang saku, dan insentif).

“Usia peserta pemagangan minimal 17 tahun dan peserta pemagangan tidak diperbolehkan lembur atau shift malam, “ lanjut Menaker Hanif.

Mekanisme peyelenggaraan pemagangan kata Menaker Hanif, meliputi seleksi peserta oleh industri bersama-sama dengan dinas ketenagakerjaan, peserta yang lulus menandatangani perjanjian pemagangan dengan industri yang bersangkutan, proses pelaksanaan dilakukan oleh industri selama maksimal satu tahun, program pemagangan diakhiri dengan uji kompetensi (sertifikasi kompetensi) dan pengendalian pelaksanaan pemagangan diawasi oleh petugas pengawas ketenagakerjaan.

Saat ini tercatat 2.648 perusahaan berkomitmen akan menyelenggarakan pemagangan dengan 163.848 peserta pemagangan, terdiri dari enam sektor di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Rinciannya adalah sektor manufaktur 1.776 perusahaan, teknologi informasi dan komunikasi (30), perbankan (12), ritel sebanyak (219), pariwisata (200) dan 411 perusahaan di sektor kelautan dan perikanan.

Menaker Hanif mengingatkan Indonesia masih menghadapi tiga tantangan besar yaitu kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran. Kendati ketiga hal tersebut menurut angka resmi statistik dari BPS mengalami penurunan, tetapi kata Menaker saat ini dinilai memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan elemen masyarakat sipil.

Menurut Menaker Hanif, faktor kontributor terbesar dari ketiga permasalahan itu adalah terkait dengan kesenjangan keterampailan atau kompetensi. Hal itu terjadi karena mayoritas tenaga kerja di tanah air masih didominasi oleh lulusan SMA ke bawah. (hasyim)

Related posts

Top 25 Indications That it is Time to Change design of Your personal site

Tety Polmasari

Tim Prabowo Minta MK Tolak Bukti-bukti KPU

Tety Polmasari

2 Pria Berseragam Telkom Curi Baterai Dibekuk

Tety Polmasari

Leave a Comment