17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual

Survei Cepat DJSN: Peserta JKN Baru Mencapai 66,33%

JAKARTA (Pos Sore) – Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) melakukan survei cepat peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di semester II tahun 2016. Survei dilakukan melalui telepon polling. Artinya, responden diwawancarai lewat telepon.

Populasi survei adalah serluruh masyarakat Indonesia dengan pengambilan sampel secara acak. Dipilih dari nomor yang disediakan oleh empat provider GSM di Indonesia.

Tim survet berhasil tersambung dengan 627 nomor dari 5.805 nomor telepon yang dihubungi, namun hanya 354 pemilik nomor telepon yang bersedia untuk diwawancarai menjadi responden.

Anggota DJSN dr. Zaenal Abidin dan Ahmad Ansyori beserta konsultan ahli DJSN, Prof. Hasbullah Thabrany memaparkan hasil survei tersebut, di Jakarta, Rabu (28/12).

Dari 354 responden ini sebanyak 66,38% adalah peserta JKN dengan ruang kelas perawatan yang hampir sama persebarannya. Untuk ruang kelas perawatan III terbanyak berasal dari peserta Penerima Biaya Iur (PBI) sebanyak 63,37%.

“Ini artinya, di penghujung tahun 2016 masih banyak penduduk Indonesia yang belum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebanyak 33,62% responden menyatakan belum menjadi peserta JKN,” papar dr. Zaenal Abidin, MH, di Jakarta, Rabu (28/12).

Hasil survei juga diketahui mengapa responden belum mendaftarkan diri menjadi peserta JKN. Di antaranya, karena belum memiliki waktu untuk mendaftar, keinginan tidak mau mendaftar, tidak punya cukup uang untuk membayar iuran, dan tidak tahu cara mendaftar.

Bagi responden yang belum mendaftar, sebanyak 5,11% responden mengaku mengalami kesulitan saat mendaftar atau mengubah data ke kantor BPJS Kesehtan. Kesulitan terbanyak yang dialami dikarenakan antrian yang panjang dan proses yang lama.

Sementara itu, dari responden peserta JKN, sebanyak 71,91% belum pernah menggunakan pelayanan JKN. Alasannya, karena sebagian besar responden tersebut (89,35%) mengaku tidak pernah mengalami sajit sehingga tidak memerlukan perawatan.

“Namun, ada 0,59% yang tidak menggunakan dengan alasan pelayanan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan buruk dan 0,59% karena fasilitas kesehatan sulit dijangkau,” tambah Ansyori.

Terkait persebaran peserta JKN di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), sebagian besar responden peserta JKN (58,06%) terdaftar di puskesmas. Dari seluruh peserta yang berobat di FKTP, sebagian besar tidak dirujuk (77,42%) namun sebanyak 11,29% masih merasakan out of pocket (oop) untuk keperluan obat dan administrasi.

“Karenanya, DJSN merekomendasikan perlunya dilakukan peningkatan supervisi terhadap fasiltias kesehatan agar tidak terjadi kasus out of pocket pada peserta JKN,” urainya.

Dikatakan, survei cepat peserta JKN ini sejalan dengan UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang menyebutkan DJSN memiliki kewenangan melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan jaminan sosial. (tety)

Related posts

Semangat Kebersamaan Nusantara pada Porseni Pelindo 2015

Tety Polmasari

2 Perampok Spesialis Rumsong Ditembak

Tety Polmasari

Jaring Peserta JSO, PP-IPTEK Selenggarakan Kompetisi Ilmiah ‘Discovery Camp’

Tety Polmasari

Leave a Comment