Global Warming Sebabkan Puncak Es Gunung Jawawijaya Bisa Hilang pada 2020

img_20170105_205140

JAKARTA (Pos Sore) — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya, mengungkapkan ketebalan es di Puncak Gunung Jawawijaya atau Cartenz, Papua, mengalami penurunan 4,25 meter dalam 6 bulan terakhir. Pengukuran dilakukan pada Mei 2016. Lalu pada 23 November 2016 kembali diukur dan menunjukkan ketebalan es semakin berkurang 1,43 meter.

“Sehingga total tebal es tersisa 20,54 meter,” katanya, terkait kilas balik dampak kejadian cuaca, iklim, dan kegempaan di Indonesia tahun 2016, di kantor BMKG, Kamis (5/1).

Pihaknya mengkhawatirkan pada 2020 ice sheet (puncak es) di puncak Gunung Jayawijaya akan meleleh. Penurunan tebal es ini diakibatkan banyak faktor, seperti pengarul El Nino kuat hingga global warming.

Menurutnya, jika keadaan iklim di Indonesia terus seperti ini, ice sheet di puncak Jayawijaya bisa hilang. Dampaknya, akan mengakibatkan kenaikan suhu permukaan di Indonesia sehingga bisa memicu hujan yang sangat deras.

“Ya, akan panas sekali. Kalau suhunya naik terus, kemudian kalau kita melihat suhunya panas sekali, maka uap air yang diproduksi itu banyak sekali. Itu akan berkontribusi hujan yang deras sekali. Hujan yang deras sekali akan berpotensi banjir,” kata Andi.

Pengukuran ketebalan es Puncak Jawa Wijaya dilakukan sejak Juni 2010 hingga November 2016. Pada 2010, tebal es pada Juni adalah 31,49 meter. Pada 2015, tebal es pada November menjadi 26,23 meter atau berkurang 1,05 meter per tahun sejak 2010. Terbaru pada November 2016, yang tebalnya menjadi 20,54 meter atau berkurang 5,69 meter. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!