LPDB KUMKM Paparkan Kinerja 2016 dan Program Kerja 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) memaparkan program kerja 2017. Lembaga yang dipimpin Kemas Danial, itu menargetkan penyaluran dana bergulir sebesar Rp1,5 triliun kepada 120.292 UMKM mitra di seluruh Indonesia.

Target itu, sebagaimana dikatakan Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial, sudah ditetapkan dalam Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) tahun 2017. Dana itu disalurkan melalui 586 mitra yang terdiri dari koperasi dan non-koperasi.

“LPDB telah menyalurkan dana bergulir kepada mitranya yakni koperasi dan UKM sejak awal tahun 2008 hingga 31 Desember 2016, sebesar Rp 8,08 triliun, yang disalurkan kepada 965.685 UMKM melalui 4.251 Mitra di seluruh Indonesia,” paparnya, di kantor LPDB, Senin (9/1).

Sedangkan khusus pada 2016, dana bergulir mampu terserap 100,55 persen dari total target penyaluran Rp1 triliun. LPDB telah melakukan proses atas penyaluran dana bergulir sebesar Rp1,05 triliun. LPDB juga telah mencairkan dana bergulir yang diproses pada 2015 (carry over) sebesar Rp845,4 miliar.

Satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM itu juga mencatat akumulasi realisasi pendapatan sejak tahun 2007 hingga 31 Desember 2016 yang mencapai Rp1,12 triliun. Perolehan ini bersumber dari pendapatan jasa layanan dana bergulir sebesar Rp680,40 miliar (60,69%), jasa lainnya Rp405,01 miliar (36,12%), dan pendapatan APBN sebesar Rp36,41 miliar (3,24%).

“Dari realisasi akumulasi pendapatan tersebut, LPDB berhasil membukukan surplus sebesar Rp625,89 miliar atau 55,83 persen dari total pendapatan yang diperoleh,” ujarnya.

Untuk tahun anggaran 2016, LPDB berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp205,43 miliar atau 130,02% dari target pendapatan sebesar Rp140,62 miliar. Realisasi tersebut bersumber dari pendapatan jasa layanan dana bergulir sebesar Rp142,29 miliar atau 112,43% dari target Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) sebesar Rp126,54 miliar, serta pendapatan jasa lainnya sebesar Rp63,13 miliar atau 444,88% dari target RBA sebesar Rp14,08 miliar.

“Pada tahun 2016, LPDB memperoleh surplus sebesar Rp 99,01 miliar atau sebesar 48,19 persen dari realisasi pendapatan Tahun 2016,” katanya.

Pada tahun ini, LPDB juga akan menurunkan tarif layanan/bunga kepada mitranya. Sektor Simpan Pinjam dari sebelumnya 8,0% per tahun sliding menjadi 7,0%per tahun sliding atau 0,30%per bulan flat. Sedangkan sektor riil 4,5%per tahun sliding atau 0,19% per bulan flat.

Selain penurunan tarif layanan, LPDB juga akan memberlakukan pembatasan suku bunga pinjaman untuk sektor simpan pinjam pada tingkat end-user sebesar maksimal 18 persen per tahun sliding atau sebesar 9,19 persen per tahun flat atau 0,77 persen per bulan flat.

“Salah satu misi LPDB adalah mewujudkan program pemerintah di bidang pembiayaan usaha KUMKM dalam upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi rakyat, penyerapan tenaga kerja, penumbuhan wirausaha baru, menciptakan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan,” tandasnya.

Kemas menambahkan, penyerapan tenaga kerja melalui penyaluran dana bergulir LPDB hingga 31 Desember 2016 telah mencapai 1.759.608 orang. Dari data tersebut menunjukkan LPDB-KUMKM fokus terhadap penyerapan tenaga kerja, dalam rangka menekan angka pengangguran.

Untuk tahun anggaran 2017, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada mitra khususnya dalam hal ini monitoring dan pengendalian pinjaman, Kemas akan menambah jumlah unit Satuan Tugas Monitoring Daerah sebanyak tiga, yang rencananya akan dibuka di Propinsi Bali, Kalimantan Timur dan Sumatera Utara.

Sebelumnya, LPDB telah berinisiatif membentuk Satgas Monitoring Daerah di dua lokasi. Yaitu, Surakarta, untuk wilayah kerja Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan Makassar untuk wilayah kerja Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!