26 C
New York
03/07/2020
Aktual

BSN Tahun Ini Targetkan 90 UKM Mendapatkan Sertifikasi SNI

2017-01-30_18-31-48

JAKARTA (Pos Sore) — Era persaingan bebas seperti saat ini, peran standardisasi menjadi semakin penting. Badan Standarisasi Nasional (BSN) terus mendorong pelaku usaha untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Melalui standar dapat meningkatkan produktivitas UMKM, menekan harga, mengurangi ‘reject’ produk, tidak membahayakan lingkungan, serta melindungi konsumen.

“Jika ingin menembus pasar internasional dan merasa punya tanggung jawab untuk melindungi konsumen, maka sudah seharusnya kita mau menerapkan standar,” jelas Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN, Zakiyah, saat Ngobras SNI (Ngobrol Santai Seputar SNI) bersama Forum Wartawan BSN, di kantor BSN, di gedung Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Jakarta, Selasa (24/1).

Terkait terbenturnya biaya pengurusan SNI yang kerap dialami UKM, Zakiyah menjelaskan, pihaknya sudah menjalankan program pembinaan UKM hingga meraih SNI.

“Ditargetkan pada 2017 sebanyak 90 UKM akan kita bina hingga mereka bisa mendapatkan sertifikasi SNI,” ujarnya.

Seperti diketahui, mayoritas pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM yang belum memahami tentang pentingnya peran standar. Berdasarkan data, jumlah UKM di Indonesia sebesar 52,76 juta unit (sekitar 99%) dengan kontribusi PDB sebanyak 56, 92% yang menyerap tenaga kerja sebesar 97,3%.

Persoalan yang dialami UMKM sendiri di antaranya iklim berusaha belum kondusif, keterbatasan akses pasar, produktivitas masih rendah, dan teknologi relatif rendah.

Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Humas BSN Budi Rahardjo, meminta media ikut menyosialisasikan manfaat SNI terutama kepada UKM. Begitu pula perkembangan iptek mengingat persoalan yang dialami UKMI di antaranya penerapan teknologi yang masih rendah.

”Pentingnya SNI selain memperlancar transaksi arus barang dan jasa dalam perdagangan, juga membantu mempercepat diseminasi sistem manajemen, teknologi dan inovasi,” tegas Budi.

Menurutnya SNI juga bisa dilihat dari sisi iptek. Produk merk KANABA produksi CV. Hari Mukti Teknik Bantul Yogyakarta, bisa dijadikan contoh. Produk UKM Asli Yogyakarta ini hasil inovasi, yang juga sudah bersertifikasi SNI.

Budi menambahkan, sejarah BSN cukup panjang. Sejak berdiri pada 1997 telah banyak berperan dalam mengembangkan standardisasi di Indonesia yang kegiatannya senantiasa memperhatikan iptek.

“BSN mendorong produk inovasi menuju hilirisasi yang tentunya bisa bersertifikasi SNI,” tambahnya dalam Ngobras yang dipandu Kabag Humas BSN, Titin Resmiatin. (tety)

res_MG_6221

Related posts

Perceraian Timbulkan Kemiskinan Baru

Tety Polmasari

Rider Promo Tukarkan 3 CD Bekas dengan Satu Celana Dalam Baru

Tety Polmasari

Indofood Gelar Mudik Gratis Bagi Pengusaha Warmindo

Tety Polmasari

Leave a Comment