Pelanggaran HAM di Khasmir, Kedubes India Didemo Ratusan Massa

Senin, 6 Feb 2017

IMG_3681

JAKARTA (Pos Sore) — Kedutaan Besar India untuk Indonesia didatangi ratusan warga muslim Indonesia yang tergabung dalam Solidaritas Muslim Indonesia untuk Khasmir. Mereka melakukan unjuk rasa atas peristiwa tragis yang menimpa masyarakat muslim Khasmir.

“Kami menuntut Pemerintah India untuk hentikan ketidakadilan, hentikan kekerasan, serta terorisme di Kashmir,” tandas Korlap aksi Azam Khan, di Jakarta, Senin (6/2). Demo ini juga diikuti berbagai kalangan mahasiswa dan beberapa warga negara keturunan Pakistan dan Khasmir.

Aksi yang diikuti 275 massa ini, bentuk dukungan untuk perjuangan rakyat Kashmir yang telah mengalami kekerasan sepanjang hidup mereka.

Karenanya, massa mengutuk keras tindakan teror yang dilakukan oleh pemerintah India yang telah membunuh kurang lebih dari 100.000 penduduk Khasmir yang tidak bersalah. Pemerintah India juga telah melukai lebih dari 19 juta rakyat Khasmir.

“Muslim Khasmir disiksa dan dibunuh dengan menggunakan senjata berbahaya. Peristiwa ini menjadi contoh terburuk dari terorisme negara oleh pasukan militer India,” teriaknya.

Mereka juga menuntut, agar Khasmir diberikan hak agar bisa masuk pada negara yang satu agama dengan Kashmir yang wilayahnya berdekatan dengan Khasmir, yaitu Pakistan.

“Intinya rakyat Kashmir yang mayoritas muslim lebih dari 90% mau memilih dan bergabung dengan Pakistan, namun Resolusi PBB 1948 sudah berulang kali tidak diindahkan oleh India,” tambahnya.

Sejak 70 tahun lalu, India berusaha mengakui tanah Kashmir yang subur sehingga menjadi sengketa puluhan tahun lamanya dengan Pakistan.

India, kata dia, selalu berusaha membawa Kashmir ke PBB untuk mengakuinya sebagai bagian dari India, sesuai dengan perjanjian tahun 1947 yang disepakati tiga pihak bersama Inggris dan Pakistan.

Saat Inggris angkat kaki dari India, ketiga pihak sepakat untuk membagi dua wilayah Kashmir. Bagian wilayah Muslim yang mencapai sekitar 80% dari populasi masuk menjadi bagian dari Pakistan, sedangkan area Hindu yang kecil menjadi wilayah India.

Namun, India tidak melaksanakan apa yang telah disepakatinya. Malah, terus berusaha menaklukan Kashmir melalui penindasan.

Di wilayah kependudukan Kashmir, Pasukan India selalu melakukan pelanggaran HAM berulang kali, rakyat di penjara dan disiksa berulang tanpa alasan jelas.

Para pendemo ditemui perwakilan dari Kedubes India, dan berjanji akan menyikapi tuntutan ini agar disampaikan ke Dubes dan Perdana Menteri. (tety)