21 C
New York
14/06/2021
Aktual

Indonesia akan Selalu Mainkan Peran Aktif di PBB

BONN (Pos Sore) — “Indonesia selalu siap memainkan peran aktif di PBB,” demikian disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno L Mursadi, saat pertemuan bilateral pertamanya dengan Sekjen PBB, Antonio Guterres, disela-sela pertemuan Menlu G20 di Kota Bonn, Jerman.

Dalam pertemuan Menlu RI menyampaikan harapan agar Sekjen PBB dapat mendukung resolusi berbagai konflik dunia, termasuk Timur Tengah.

Retno secara khusus mengangkat tiga isu dalam pertemuan terkait dengan masalah yang dihadapi personel FPU (Force Police Unit) asal Indonesia di Darfur, perkembangan di Rakhine State, dan isu Palestina.

Dalam pembahasan mengenai perkembangan di Rakhine State, Sekjen PBB menyampaikan apresiasi kepada Menlu RI dan Indonesia atas diplomasi aktif dan pendekatan konstruktif yang dilakukan selama ini untuk masalah Rakhine State.

Menlu RI dan Sekjen PBB sependapat mengenai kompleksnya masalah di Rakhine State. Untuk itu ditekankan penting bagi PBB maupun Indonesia untuk terus melakukan constructive engagement, dengan tetap memberi perhatian terhadap berbagai pelanggaran HAM yang terjadi, namun terus memberi dukungan dan membantu serta bekerjasama dengan Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah.

“Indonesia siap memfasilitasi komunikasi antara masyarakat internasional termasuk PBB dengan Pemerintah Myanmar,” ujar Menlu RI

Terkait isu Palestina, Menlu RI mengharapkan Sekjen PBB dapat memainkan peran aktif dalam mendorong proses perdamaian Palestina-Israel. Pada kesempatan tersebut, Menlu RI menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap two-state solution serta komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam proses perdamaian.

Terkait dengan tuduhan penyelundupan senjata yang dialami personel FPU (Force Police Unit) asal Indonesia di Darfur, Menlu RI menegaskan kembali keprihatinan Indonesia atas lambatnya proses investigasi yang sedang dilakukan PBB.

Menlu RI juga mengingatkan Indonesia memiliki komitmen sangat tinggi terhadap pasukan perdamaian PBB dan merupakan salah satu kontributor pasukan terbesar. Oleh karena itu, hal-hal seperti ini tidak seharusnya dialami oleh pasukan Indonesia.

“Pasukan polisi Indonesia harus dapat segera dipulangkan, lebih lagi investigasi awal tidak menunjukan adanya bukti mereka melakukan hal yang dituduhkan,” tegas Menlu RI kepada Sekjen PBB, kemarin, di Jerman.

Menanggapi hal ini, Sekjen PBB mengakui kontingen FPU Indonesia memiliki reputasi yang sangat baik dan menyampaikan proses investigasi masih terus dilakukan. Namun demikian, Sekjen PBB menyampaikan kehadiran personel FPU asal Indonesia tidak lagi dibutuhkan di Darfur sehingga mereka bisa kembali ke Indonesia.

Setelah melakukan pertemuan dengan Sekjen PBB, Menlu RI berkomunikasi melalui telefon dengan Menlu Sudan, menyampaikan PBB telah menyetujui personel FPU asal Indonesia untuk kembali ke tanah air. Menlu RI meminta dukungan Menlu Sudan untuk membantu proses pemulangan FPU asal Indonesia.

“Alhamdulillah FPU asal Indonesia dapat segera kembali ke Indonesia, dan Sudan akan membantu proses pemulangan polisi kita ke tanah air,” tutur Menlu RI. (*/redaksi)

Related posts

Methods for Choosing a good Charity

Tety Polmasari

8.405 Pengendara Motor Ditilang

Tety Polmasari

Twenty Five Signals That it is Time for you to Change Your personal site

Tety Polmasari

Leave a Comment