11.8 C
New York
06/05/2021
Aktual

Menko PMK Serahkan ‘Alat Pengukur Tekanan Darah Mandiri’ kepada 64 K/L

menteri

anri

JAKARTA (Pos Sore) — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, menyerahkan secara simbolik ‘Alat Pengukur Tekanan Darah Mandiri kepada 64 Kementerian/Lembaga. Pembagian alat pengukur ini dilakukan dalam rangka mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Dalam sambutannya, Menko PMK menyebutkan melalui penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional (JKN) saat ini, anggaran pelayanan kesehatan banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik.

Selain itu, pelayanan kesehatan peserta JKN juga didominasi pada pembiayaan kesehatan di tingkat lanjutan dibandingkan di tingkat dasar. Maka, dinilai perlu perhatian dan upaya penanganan melalui upaya pembangunan kesehatan.

Upaya pemerintah dalam melakukan pembangunan kesehatan salah satunya adalah dengan meluncurkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) pada November 2016.

Germas dilakukan sebagai penguatan upaya promotif dan preventif masyarakat. Tujuannya menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan. Selain itu, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas dan kualitas hidup penduduk, serta menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.

“Fokus Germas diarahkan pada tiga kegiatan misalnya perbanyak makan buah dan sayur, perbanyak Aktifitas Fisik, dan Deteksi Dini pada penyakit tidak menular,” ujar Menko PMK, di Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (22/2).

Puan berharap melalui Germas kita harus mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan perilaku dan hidup yang tidak sehat dengan perilaku hidup sehat. Salah satunya dengan memperbanyak aktifitas fisik melalui senam peregangan yang dilakukan saat tengah bekerja.

“Senam peregangan sangat baik, nanti saya akan memasang pengingat seperti alarm setiap jam 10 dan jam 2 supaya pegawai di Kemenko PMK ini selalu ingat untuk melakukan peregangan ketika sibuk bekerja,” ujar Menko PMK lagi.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK mengajak K/L melalui para Menteri, Kepala Lembaga, Pejabat, dan seluruh pegawai ASN, untuk dapat secara aktif memberikan dukungan, komitmen, dan berperan serta dalam bergotong royong meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang.

Menko PMK juga meminta agar Pojok Mandiri Germas yang nantinya akan ditempatkan alat pengukur tekanan darah mandiri ini dapat diposisikan di tempat-tempat yang dapat dijangkau dan dilihat orang banyak.

Di akhir sambutannya, Menko PMK meminta setiap K/L berkomitmen menjaga penggunaan alat pengukur tekanan darah mandiri ini agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Mari kita budayakan hidup sehat dengan perubahan pola hidup yang lebih sehat, seperti menjaga kebersihan lingkungan, cuci tangan sebelum makan, ketersediaan air bersih, makan sayur yang cukup, olahraga, tidur yang cukup, menjauhkan anak-anak dari rokok dan tidak memikirkan hoax yang beredar di medsos,” tutup Menko PMK.

Usai memberikan sambutan, Menko PMK dengan didampingi Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek secara simbolik menyerahkan Alat Pengukur Tekanan darah mandiri ini kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Kepala Arsip Nasional Mustari Irawan. (tety)

Related posts

Butuh Bantuan Hukum dan Masalah Keluarga? Yayasan LBH & MK Kowani Siap Membantu

Tety Polmasari

The newest Steel Media Reviews From China

Tety Polmasari

Termasuk Pelaku UKM, Kemenkop Apresiasi Film ‘Moonrise Over Egypt’

Tety Polmasari

Leave a Comment