15.3 C
New York
27/09/2021
Aktual Gaya Hidup

SOHO #BetterU: Cegah Penyakit Degeneratif dengan Astaxanthin

CIAWI (Pos Sore) — Penyakit jantung, diabetes, stroke, masih menjadi momok bagi orang yang mulai memasuki fase usia lanjut. Banyak stereotype yang mengatakan penyakit tersebut lumrah dialami para lansia, membuat banyak orang kurang mawas diri.

Ahli patologi Prof. Dr. dr. Gatot Susilo Lawrence, M. Sc., Sp. PA(K), DFM, Sp.F, FESC, MD, Ph.D menjelaskan, saat ini pemahaman masyarakat terhadap penyakit sudah berubah. Tidak perlu menunggu rasa sakit, lumpuh, dan sesak baru diatasi.

Artinya, pencegahan kini sudah dianggap penting terutama untuk penyakit DOCARS (Diabetes, Obesitas, CVD, Stroke). Pencegahan yang dilakukan dengan pendekatan sampai ke dalam molekul dan sel manusia adalah hal penting.

Menurutnya, ada beragam cara yang dapat dilakukan untuk menekan risiko penyakit degeneratif tersebut bersarang di tubuh kita. Salah satu caranya dengan mengonsumsi Astaxanthin secara rutin.

“Hadirnya Astaxanthin yang bekerja sebagai anti inflamasi dan antioksidan di tingkat sel (mitokondria) saat ini sangat tepat waktu,” ungkapnya, dalam media gathering SOHO #BetterU bertajuk ‘Cegah Penyakit Degeneratif dengan Astaxanthin’ yang diadakan SOHO Global Health, di Gunung Geulis Cottages, Ciawi, Bogor, Sabtu (11/3).

Mengapa Astaxanthin dapat menekan risiko penyakit degeneratif? Ia menjelaskan, paparan radikal bebas seperti polusi udara dan sinar matahari tentu tidak bisa dihindari.

Paparan radikal bebas yang secara terus menerus menerpa seseorang dapat menjadi salah satu faktor yang membuat antioksidan alami dalam tubuh menjadi tidak seimbang. Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami stres oksidatif.

“Stres oksidatif memiliki efek jangka panjang yang kurang baik bagi tubuh, salah satunya adalah penyakit degeneratif yang mulai mengintai,” jelasnya.

Karenanya, untuk mencegah stres oksidatif kita perlu memperbanyak antioksidan yang merupakan penangkal radikal bebas. Antioksidan memang dapat diperoleh secara alami dari dalam tubuh, namun jika ditopang dengan asupan antioksidan dari eksternal tentu akan memaksimalkan fungsinya sebagai penangkal radikal bebas.

Dikatakan, Astaxanthin sebagai salah satu antioksidan terbaik, dapat ditemukan di dalam wortel, tomat, ikan salmon, udang dan rumput laut merah. Mendapatkan manfaat Astaxanthin dari makanan tersebut tentu bisa, namun jumlahnya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

“Saat ini, antioksidan yang paling kuat adalah Astaxanthin yang berasal dari Haematococcus Pluvialis. Astaxanthin diketahui memiliki kekuatan antioksidan 6000x Vitamin C, dan 110x vitamin E, 54x Beta Carotene, 550x green tea catechins,” ungkapnya.

Medical Adviser for Astareal Dr. Iyer Balasubramaniam Krishnaswami, MBBS mengungkapkan AstaReal dari Jepang adalah pelopor budidaya dan produksi Astaxanthin dengan menggunakan sistem fotobioreaktor tertutup satu-satunya di dunia.

“Keunggulan dari proses ini akan menghasilkan stabilitas dan kemurnian yang berpengaruh pada kemanjuran Astaxanthin yang tentunya tak akan tertandingi,” ujarnya.

Karena itu, untuk memudahkan masyarakat mendapatkan manfaat Astaxanthin secara maksimal SOHO Global Health menghadirkan produk Asthin.

Yulita Lea, Marketing Director SOHO Global Health, menambahkan, sejak tahun 2007, untuk pertama kalinya SOHO Global Health memperkenalkan produk natural Astaxanthin di Indonesia dengan nama dagang Asthin Force melalui rekomendasi dokter.

“Sampai kini setelah 10 tahun dipasarkan, Asthin Force tetap menjadi pemimpin di pasar antioksidan Indonesia. Berbagai varian Asthin telah dikembangkan seperti Asthin Force 4, Asthin Force 6, Asthin BOND, Asthin Cor, Asthin Diab, Asthin Force Gel, Astaderm Cream, Astaderm Face dan Eye Serum,” ujarnya. (tety)

Related posts

Ketua DPR Setya Novanto Berjanji Menciptakan Parlemen Modern

Tety Polmasari

Presiden Optimistis UMKM Bisa Atasi Rintangan Melemahnya Perekonomian Dunia

Tety Polmasari

The African continent – Wholesaler Exporter And Distributor Swaziland And Lesotho

Tety Polmasari

Leave a Comment