Menangkap Aktivis Dengan Tuduhan Makar

MUI : Polri Pertaruhkan Nama Baik

Sabtu, 1 Apr 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Polri menjelaskan secara transparan terkait penetapan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath sebagai tersangka makar.

Desakan MUI itu dimaksudkan agar tidak ada kesalahpahaman di masyarakat.

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi PosSore.com, Sabtu (1/4) mengatakan percobaan makar bukanlah tuduhan sembarangan. Polisi harus punya bukti kuat untuk membuktikan sangkaan tersebut.

Menurutnya, tuduhan percobaan makar memiliki implikasi hukum yang sangat besar. Sehingga kepolisian harus bisa memberikan alasan dan alat bukti yang kuat atas penahanan tersebut.

MUI khawatir jika polisi tidak bisa membuktikan tuduhannya maka yang dipertaruhkan adalah nama baik institusi kepolisian itu sendiri. Kepolisian RI harus berhati-hati dalam mengambil tindakan sehingga tidak kontraproduktif dengan semangat Polri yang ingin mereposisi diri mejadi aparat penegak hukum yang bersih, mandiri dan profesional dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” jelasnya.

Zainut menambahkan, MUI mengapresiasi beragam pihak yang ikut terlibat dalam aksi 313 kemarin. Termasuk Menko Polhukam Wiranto yang bersedia menerima perwakilan pengunjuk rasa.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan penerapan pasal permufakatan makar terhadap Sekjen FUI berdasarkan hasil penyidikan. Penggunaan pasal ini tak harus menunggu tujuan makar terlaksana.

“Namanya pemufakatan, meskipun itu cuma niat dan rencana, sudah kena (pasal makar). Tidak harus menunggu sudah lengser baru ditangkap,” kata Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (1/4). (hasyim)