Banyak Anak Sekolah Tidak Terapkan Perilaku Sarapan Sehat

Selasa, 11 Apr 2017

17814656_10212745753667377_3589296737127197358_o

JAKARTA (Pos Sore) — Masih banyak anak sekolah di Indonesia yang tidak sarapan. Meskipun ada yang sarapan, namun belum memenuhi gizi. Padahal, sarapan sehat memiliki manfaat luar biasa yaitu membuat tubuh kuat, sehat, cerdas, dan bersemangat di pagi hari.

“Sebaliknya, tidak sarapan berdampak buruk terhadap proses belajar anak sekolah, menurunkan aktifitas fisik, menyebutkan kegemukan pada remaja dan orang dewasa, serta meningkatkan risiko jajan yang tidak sehat,” terang Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Doddy Izwardy, di Jakarta, Senin (10/4).

Dikatakan, berdasarkan UU No. 36/2009 tentang Kesehatan mengamanatkan perlunya mewujudkan gizi seimbang sebagai salah satu upaya perbaikan gizi.

Salah satu pesan gizi seimbang (pesan keenam) berdasarkan Permenkes no. 41/2014 adalah ‘Biasanya’ Sarapan’.

“Pesan ini perlu terus disosialisasikan dan ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat terutama anak sekolah yang menerapkan perilaku sarapan sehat, sebagai salah satu upaya perbaikan gizi dan kualitas manusia Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, diperlukan kerjasama dengan dunia usaha, organisasi pakar dan kampus untuk mempercepat mencapai perilaku sarapan sehat tersebut.

Itu sebabnya, pihaknya menyambut baik kerjasama PT Indofood Sukses Makmur dan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia yang menyelenggarakan Pendidikan Sarapan Sehat di 11 kota pada April-Mei yang menyasar 26.500 orang.

Pendidikan Sarapan Sehat ini mengangkat tema ‘Sarapan Sehat dan Jajanan Aman Menuju Generasi Sehat Berprestasi’. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia (7 April) dan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei). (tety)