15.3 C
New York
27/09/2021
Aktual Gaya Hidup

Semakin Banyak Wanita Menduduki Posisi Senior

KAP Gani Sigiro & Handayani selaku Member Firm Grant Thornton Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Jika R.A Kartini masih hidup, pasti ia akan bangga karena kaumnya semakin banyak yang menduduki posisi puncak dalam organisasi atau perusahaan.

Hasil terbaru dari laporan tahunan ‘Women in Business’ yang dirilis Grant Thornton — salah organisasi global terkemuka yang menyediakan jasa audit, tax, dan advisory, menyebutkan dari 100 perusahaan di Indonesia yang disurvei sekitar 46% wanita berhasil berada di pucuk senior kepemimpinan. Naik dari angka 36% di tahun 2016.

Hasil laporan ini juga menjabarkan posisi senior mana yang paling banyak dijabat oleh wanita. Di Indonesia, wanita di jajaran puncak perusahaan memiliki jabatan CFO (20%), diikuti oleh posisi yang selama ini cukup didominasi oleh pria yaitu COO (14%), CIO (8%) dan CEO (6%) yang terendah.

Menurut Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia, bertambahnya jumlah wanita Indonesia sebagai CFO menempatkan wanita dalam posisi kunci untuk menentukan strategi bisnis dan memotori perubahan positif dalam perusahaan.

“Peran CFO membuka banyak peluang dan kemampuan untuk mempengaruhi arah perusahaan termasuk memberikan keuntungan bagi pemegang saham,” kata Johanna Gani, di Jakarta, Rabu (12/4).

Ia menambahkan, persentase jumlah pemimpin wanita Indonesia yang menahkodai suatu perusahaan melonjak drastis. Yaitu dengan menempati urutan teratas di Asia Pasifik dan nomor 2 di seluruh dunia.

Bagaimana secara global? Grant Thornton menyebutkan, dari hasil survei global terhadap 5,500 perusahaan di 36 negara, laporan terbaru itu mencatat rekor tertinggi dari 13 tahun terakhir diselenggarakannya laporan ini.

Presentasi oleh ibu Johanna GaniJPG

“Sebanyak 25% proporsi posisi senior dipegang oleh wanita. Hal ini tentunya menjadi petunjuk bagi perusahaan untuk merekrut wanita agar mendorong pertumbuhan yang lebih pesat,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara global posisi Direktur Sumber Daya Manusia menempati posisi teratas di angka 23% dan disusul CFO dengan 19%, sedangkan dari sisi industri yang didominasi pemimpin wanita adalah industi perjalanan, pariwisata & hiburan, diikuti oleh transportasi, serta konstruksi dan perumahan.

Mengapa posisi senior wanita dari tahun ke tahun meningkat? Hasil survei mengungkapkan wanita dan pria melihat resiko dan peluang dari kacamata yang berbeda.

Secara umum wanita melihat resiko dari berbagai aspek organisasi bisnis lebih berhati-hati dibandingkan dengan pria. Wanita cenderung melakukan peninjauan resiko lebih dalam dan detil akan pertimbangan sebelum mengambil keputusan besar bagi perusahaan. Cara kerja wanita yang seperti ini dipercaya akan menjadi kekuatan bagi perusahaan di tengah situasi bisnis global yang tidak menentu.

Karenanya, tim yang memiliki keragaman cenderung melihat masukan dan pertimbangan yang lebih luas dalam menghadapi suatu isu strategis. Tak heran jika kemudian mendorong perusahaan berakselerasi lebih cepat.

“Untuk maju dan berkembang di tengah perubahan dunia bisnis yang sedemikian pesat, pimpinan perusahaan perlu memiliki keragaman perspektif agar tercipta solusi yang benar-benar pragmatis sekaligus inovatif,” paparnya.

Keberadaan wanita di jajaran manajemen senior dapat membantu melihat resiko maupun peluang bisnis secara lebih tajam dan menyeluruh.

Data Grant Thornton menunjukkan keberagaman gender secara mengejutkan dimotori oleh negara-negara berkembang yang memiliki 29% posisi senior dijabat oleh wanita.

Perbedaan cukup mencolok dibandingkan negara-negara maju yang meraih posisi terendah dalam survei ini dengan hanya mampu mencatatkan 13% wanita di posisi manajemen senior mereka. (tety)

Related posts

Demam Jokowi Dongkrak Perolehan Suara Caleg PDIP Bekasi

Tety Polmasari

Nekad Jadi Umpan Harimau, Pria Cina Gagal Bunuh Diri

Tety Polmasari

Siti Zuhro dan Boy Rafly Berharap Fraksi PKS Terus Bagian Perekat Persatuan Bangsa

Akhir Tanjung

Leave a Comment