Kementan dan Aster TNI-AD Kerjasama Tingkatkan Populasi Sapi

Jumat, 28 Apr 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita, dan Asisten Teritorial Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Aster TNI AD) mendeklarasikan kerjasama percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau.

“Kerjasama ini dilakukan untuk mempercepat pencapaian kecukupan pangan hewani asal ternak, termasuk di dalamnya keberhasilan Upsus Siwab,” kata I Ketut Diarmita, di Kementan, Jumat (28/4).

Menurut I Ketut Diarmita, perjanjian kerjasama ini juga sekaligus untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Menteri Pertanian dengan Panglima TNI Nomor 10/MoU/RC.120/M/12/2016 tentang Ketahanan Pangan.

Sebagaimana diketahui terkait dengan penyediaan pangan hewani asal ternak, Kementan mempunyai program percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau dalam rangka pemenuhan daging sapi dan kerbau di dalam negeri.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwan).

“Upsus Siwab ini suatu kegiatan yang terintegrasi dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau secara masif dan serentak, melalui pendekatan sistem manajemen reproduksi,” jelasnya.

Pendekatan yang dimaksud meliputi pemeriksaan status reproduksi dan gangguan reproduksi, pelayanan inseminasi buatan (IB) dan kawin alam, pemenuhan semen beku dan nitrogen cair, pengendalian pemotongan sapi/kerbau betina produktif, dan pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat.

Dikatakan, upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan asal ternak dan meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mengejar swasembada sapi tahun 2026 seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo.

“Pada 2017, kita targetkan kebuntingan ternak sapi dan kerbau mencapai 3 juta ekor. Selain dari kelahiran anak sapi/kerbau, target lain yang akan dicapai yaitu menurunnya angka penyakit gangguan reproduksi dan menurunnya pemotongan sapi betina produktif,” tambah I Ketut Diarmita.

Menurutnya, untuk menyukseskan pelaksanaan Upsus Siwab, perlu dukungan dan sinergi dengan program/kegiatan TNI yang bertujuan untuk peningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau di Indonesia.

Karena itu, pihaknya berharap, TNI-AD dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat salah satu tugas pokoknya menciptakan kondisi sosial wilayah yang kondusif dan ketersediaan logistik wilayah.

“Deklarasi ini menunjukkan adanya komitmen bersama antara Kementerian Pertanian dan TNI AD untuk bekerjasama melaksanakan percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau,” tandasnya.

Dalam kerjasama ini, Ditjen PKH Kementan dan TNI-AD bersama-sama menggerakan peternak dan petugas teknis dalam pelayanan Upsus Siwab. Kedua pihak juga akan meningkatkan kapasitas aparatur, personil TNI AD (Babinsa) dan peternak.

“Kami juga melakukan pendampingan kegiatan Upsus Siwab dalam rangka pengembangan sapi dan kerbau, terutama untuk pengembangan perbibitan sapi Brahman Cross ex impor yang ada di Aceh, Sumatera Utara dan Riau,” jelasnya. (tety)