Menko PMK Ajak Umat Budha Bangun Nilai Luhur Bangsa

Senin, 15 Mei 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengajak umat buddha di tanah air untuk membangun nilai-nilai luhur bangsa, sekaligus merefleksikan kembali ajaran-ajaran Sidharta Buddha Gautama.

Ajaran-ajaran tersebut berisi nilai-nilai universal, falsafah kehidupan yang mendalam, serta pencerahan tentang hakekat dan makna kehidupan umat buddha yang sejati.

Demikian disampaikan Menko PMK saat hadir pada acara perayaan waisak 2561 B.E. di Auditorium Buddist Building Indonesia.

Menko PMK menjelaskan nilai-nilai universal dharma Sang Buddha tersebut penting artinya dalam membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

“Oleh karena itu, saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk senantiasa merenungkan kembali apa yang telah disampaikan Sang Buddha dan menebarkan kebaikan kepada sesama,” ajak Menko PMK.

Masih dalam kesempatan yang sama, Menko PMK, mengajak seluruh hadirin untuk bisa memfasilitasi anak-anak dalam mendapatkan pendidikan yang cukup, agar terbentuk karakter manusia yang bertoleransi terhadap perbedaan, dan menekan kepentingan pribadi.

“Pendidikan Buddhist dengan tujuan keadilan sosial dan perdamaian dunia adalah sebuah tekad yang ingin dibentuk oleh umat Buddha. Dengan memberikan fasilitas pendidikan formal kepada generasi muda akan membuka jalan untuk pembangunan manusia yang berpengetahuan luas,” tegas Menko PMK.

Mengutip pidato Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, Menko PMK juga, mengajak umat Budha dan segenap rakyat hendaknya menghindari “egoisme-agama” serta menjadikan Indonesia negara yang rakyatnya mengamalkan ajaran agamanya masing-masing secara baik dan saling menghormati.

“Marilah kita amalkan dan jalani kehidupan beragama dengan cara yang berkeadaban, yaitu dengan hormat-menghormati satu sama lain,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Menko PMK mengajak seluruh umat Buddha di seluruh tanah air untuk menjadikan peringatan Hari Suci Waisak tahun ini sebagai momentum dalam membangun nilai-nilai luhur bangsa untuk tetap menjaga sesanti yang ditulis dalam kitab Sutasoma, Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Dan juga untuk saling menjalani kehidupan beragama dengan cara berkeadaban dan toleransi.

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Duta Besar Vietnam, Hoang Anh Tuan, Bhiksu Prajnavira Mahasthavira, Bhiksu, para pemuka agama Buddha, para tokoh agama, dan undangan lainnya. (tety)