Buron 2 Minggu, Pelaku Pembunuhan Diciduk

Selasa, 16 Mei 2017

JAKARTA (Pos Sore) -– Setelah buron dua minggu, pelaku pembunuhan penjual bunga, Melyanawati, diciduk petugas gabungan Polsek Metro Penjaringan dan Polres Metro Jakarta Utara di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, kemarin.

Pelaku yang diciduk yakni Zul, 21, kernet dan Yanto, 25, sopir ekspedisi. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono menyebutkan Zul ditangkap di Pelabuhan Bakauheni.

“Yang bersangkutan hendak pulang kampung untuk melarikan diri,”ujar Kapolres kepada wartawan, kemarin. Keduanya biasa bekerja sebagai pengantar barang ke toko langganan korban.

Keterangan Dwiyono, peristiwa pembunuhan sadis itu berawal saat keduanya datang ke rumah korban di Perumahan Muara Karang Blok H7 Utara, Jalan Pluit Karang Sari XI RT 09/08, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mengambil barang yang akan diantar.

Stibanya di sana keduanya sempat terlibat cekcok mulut dengan korban. Zul yang emosi mengambil pisau di dapur dan menusuk leher serta dada korban hingga tewas. “Pelaku mengaku sering dimaki oleh korban,” ucapnya.

Setelah menusuk, Zul mengambil uang korban sebesar Rp 1,8 juta. Zul juga menyuruh Yanto mengambil barang-barang berharga lain yang ada di rumah majikannya itu.

“Setelah mengambil uang, para pelaku pura-pura tidak terjadi apa-apa. Lalu meninggalkan lokasi,” tegasnya. Zul menaiki sepada motor Yamaha milik korban. Sedangkan Yanto bawa mobil APV korban yang biasa ia gunakan mengantar barang.

Kapolres menambahkan, keduanya juga sempat bertemu lagi seusai Zul membuang pisau dapur yang ia gunakan di daerah Kapuk, Penjaringan. Zul membagi uang yang dibawanya kepada Yanto sebesar Rp 1 juta.

“Yanto kemudian pulang dan cerita kepada istrinya. Mereka lalu kembali ke rumah korban dan melaporkan ke polisi, sambil berpura-pura tidak tahu,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, Zul dikenakan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan atau 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan Yanto dikenakan Pasal 55 KUHP juncto 56 KUHP juncto 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (marolop)