Polda Metro Jaya Gelar Bazar Ramadan

Sabtu, 10 Jun 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Polda Metro Jaya meluncurkan Gerakan Stabilisasi Pangan. Tujuannya menjaga kebutuhan bahan pokok masyarakat tetap stabil.

“Bulan ramadan telah masuk pada pertengahan, sebentar lagi Idul Fitri datang, tentu masyarakat membutuhkan sembako, kami semua jaga harga-harga tetap terjangkau dan stok ada. Yang penting bahan pokok ada, syukur-syukur harga murah,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan.

Kapolda mengungkapkan, pihaknya akan melaksanakan bazar murah selama 10 hari dimulai sejak Kamis (8/6) hingga 17 Juni mendatang.

Menurutnya, target pelaksanaan bazar ini yakni seperti pasar-pasar tradisional, tempat keramaian dan setiap kantor polisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Direktur Jenderal Perdangan Dalam Negeri Tjahja Widiyanti juga menyambut baik adanya Gerakan Stabilitas Pangan yang dilakukan Polda Metro Jaya.

Upaya ini turut membantu pemerintah untuk menekan kenaikan harga dan mengantisipasi adanya kelangkaan bahan makanan di masyarakat.

“Tentunya dengan bazar ini kami akan melakukan pendistribusian dan pembagian pangan selama 10 hari sampai 17. Gerakan ini diharapkan bisa betul-betul dirasakan masyarakat,” ucapnya.

“Polda ikut memikirkan bagaimana kita harus melakukan stabilisasi harga. Hal ini arahan presiden, selama puasa dan Idul Fitri tidak terjadi kelanggkaan. Jaga pasokan, stabilkan harga kalau bisa turunkan, serap produksi dalam negeri,” jelasnya.

Tjahya menegaskan pihaknya akan turun ke lapangan untuk meninjau langsung guna memantau distribusi kebutuhan masyarakat di pasar.

“Ini akan terjadi lonjakan menjelang Idul Fitri. Kami tidak akan diam, kami akan turun di kota-kota yang terjadi tinggi inflasinya. Kami semua turun. Kami harus mengamankan harga pangan,” lanjutnya.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyampaikan pihaknya sangat mendukung bazar kebutuhan pokok yang dilaksanakan Polda Metro Jaya.

“Pemprov DKI memberikan dukungan, PD Pasar Jaya, Food Station, siap bekerjsama memberikan pangan,” ungkap Safullah.

Pihaknya siap bekerjasama dengan kepolisian untuk menindak para penimbun bahan pokok yang kerap memicu adanya kenaikan harga pangan jelang lebaran

“Mari sama-sama kita tindak tegas, para penimbun bahan pokok yang menyebbakan harga naik. Ini komitmen kita, supaya harga yang sudah kita perjuangkan ini tetap stabil,” tutupnya.

Adapun kebutuhan yang akan dijual ke masyarakat sebagai berikut:
Beras Premium 5 kilogram Rp56.000
Beras Medium 5 kilogram Rp45.000
Gula Pasir 1 kilogram Rp11.900
Minyak Goreng 1 liter Rp11.000
Daging Sapi 1 kilogram Rp78.000
Daging Kerbau 1 kilogram Rp75.000
Bawang Merah 1 kiligram Rp22.500
Bawang Putih 1 kilogram Rp35.000
Tepung Terigu 1 kilogram Rp 7.500
Daging Ayam Beku 1 ekor Rp 29.000
Telur Ayam 1 kilogram Rp 20.000 (marolop)