Harga OP Bawang Putih di Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, Rp19.900 per Kg

Minggu, 11 Jun 2017

TANGERANG (Pos Sore) — Kementerian Pertanian terus berupaya menstabilkan harga pangan pada bulan Ramadan dan menjelang hari lebaran.

Salah satunya dengan melakukan operasi pasar (OP) bawang putih di pasar-pasar tradisional. Di antaranya, di Pasar Induk Tanah Tinggi (PITT), Tangerang, Banten.

Bawang putih sebelumnya sempat mencapai Rp70.000 per kg. Dengan OP, pemerintah berhasil menekan harga bawang putih. Pada awal OP harga bawang putih Rp21.000 per kilogram, kini menjadi Rp19.900/kg.

IMG_20170609_113440

“OP ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menstabilkan harga bawang putih yang masih tinggi, terutama untuk di kawasan sekitar Tangerang ini,” kata Danang Bagus P, Manager Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) sebagai pengelola PITT, Tangerang, saat ditemui belum lama ini.

Ia mengatakan, OP ini akan terus dilakukan selama permintaan bawah putih melonjak tajam. Terlebih menjelang lebaran. “Kalau stok di sini habis, nanti kami datangkan lagi. Kami siap mendukung kebijakan pemerintah dalam melakukan harga pangan,” ujarnya.

Selain Pasar Tanah Tinggi, pemerintah juga mengelar OP bawang putih di Pasar Kramat Jati Jakarta sejak Kamis (25/5) dan hingga kini masih berlangsung.

Tommy Nugraha sebagai pendamping dan mediator antara importir dan pengelola pasar, menambahkan, bawang putih yang disediakan untuk OP kali ini berasal dari China, yang diimpor oleh PT. Fajar Mulia Transindo.

Pada kegiatan OP kali ini pihaknya tidak membatasi pembelian bawang putih. Siapa pun boleh membeli bawang putih. Berapa banyak kilogram maksimal bawang putih yang bisa dibeli, juga tidak dibatasi.

“Namun, selama OP berlangsung, pembelian masih dalam taraf normal. Kami berharap OP khusus bawang putih ini bisa membantu yang beberapa hari terakhir harganya naik,” ujarnya. 

IMG_20170609_112853

Sementara itu, Nurdin karyawan PT. Fajar Mulia Transindo, menambahkan, pihaknya siap diajak bekerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk menjual bawang putih dengan harga murah ke pasar-pasar tradisional. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.

“Kami siap mengelar OP selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran nanti. Karena kami mengikuti imbauan pemerintah,” ujarnya.

Pihaknya menurunkan 1 kontainer bawang putih yang setara dengan 29 ton ke Pasar Tanah Tinggi. Upaya ini sebagai bentuk komitmen mendukung kebijakan pemerintah.

Diharapkan dengan kegiatan OP ini secara bertahap harga bawang putih akan kembali normal dan stabil. Karena diperkirakan harga bawang putih akan turun lagi dan stabil menyusul panen besar di China. 

“Kami memang banyak mengimpor bawang putih dari China karena kualitas umbinya lebih baik dan lebih besar daripada bawang putih dari India,” katanya. (tety)