Tewas Ditebas Parang Gara-gara Tegur Knalpot​ Bising

Senin, 19 Jun 2017
Ilustrasi

JAKARTA (Pos Sore) — Gara-gara ditegor knalpot bising, Wiliam Tuilan, 26, membacok tetangganya, Deny Andhaka Tumboimbela, 36, hingga tewas, di Pondok Melati, Kota Bekasi.

Warga Kompleks Kologad Bawah, RT 05/09, Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, kemarin. Tangan korban nyaris putus.

“Pelaku tidak terima ditegur korban, saat menyalakan sepeda motor yang knalpot keras,” ujar saksi, Yuli.

Teguran itu berbuntut panjang. Keduanya terlibat percekcokan, hingga akhirnya Wiliam mengambil sebilah parang dan mengayunkan ke arah Deny.

“Korban langsung dibacok dan mengenai ketiak tangan kirinya, nyaris putus,” ucapnya.

Akibatnya, bapak dua anak itu langsung tersungkur ke tanah. Ia sempat ditolong warga. Namun, saat hendak dilarikan ke Rumah Sakit Masmitra, Jatimakmur, nyawa Deny tidak tertolong lagi.

Menurut warga, Deny dan Wiliam sempat terlibat duel maut. Sempat dilerai dan didamaikan tokoh masyarakat setempat.

“Sebelum tarawih mereka sempat ribut, tapi didamaikan. Bahkan sempet dibawa ke Polsek biar damai. Tapi usai itu, malah ribut lagi sampai begini dah,” tambah Ida, warga lainnya.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari menyebutkan, Wiliam sudah ditangkap di rumahnya oleh jajaran Polsek Pondok Gede, tidak lama setelah kejadian.

“Pelaku dan barang bukti sudah diamankan Polsek Pondok Gede, warga juga menjelaskan pelaku memang sering berbuat onar di lingkungan,” tutur Erna.

Erna menjelaskan Deny tewas akibat luka senjata tajam di bagian ketiak kiri sepanjang 30 cm, dan luka di punggung sepanjang 15 cm. Jenazah Deny kemudian dibawa ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur untuk outopsi

Sebilah parang yang digunakan Wiliam untuk melukai Deny disita. Atas perbuatan tersebut, Wiliam terancam Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (marolop)