10.8 C
New York
19/10/2021
Aktual

BEKRAF Kembali Gulirkan Program IKKON 2017

BeKraf-IKKON 2017-Photo 2

JAKARTA (Pos Sore) — Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) kembali menggulirkan program inspiratif bertajuk ‘IKKON’ (Innovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara). Program yang dimulai pada 2016 ini bagian  dari  pengembangan  ekonomi kreatif.

Program ‘IKKON 2017’ ini dikukuhkan langsung oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) Triawan Munaf, di Jakarta, Jumat (7/7).

‘IKKON’ adalah program yang menempatkan seseorang atau sekelompok pelaku kreatif di suatu wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal.

Dalam pelaksanaannya diharapkan para peserta program ‘IKKON’ dan masyarakat lokal dapat saling berbagi, berinteraksi, bereksplorasi dan berkolaborasi sehingga masing-masing pihak yang terlibat dapat saling memperoleh manfaat secara etis (Ethical Benefit Sharing) berkelanjutan.

Program IKKON 2017 didahului dengan pengumuman pendaftaran calon peserta di website milik BEKRAF untuk perekrutan calon peserta mulai dari medio  Maret hingga 7 April 2017.

Peserta yang mendaftar secara on line 
sebanyak 460 orang dan yang terseleksi secara administrasi untuk mengikuti seleksi wawancara sebanyak 164 orang.

Dari jumlah tersebut, terseleksi untuk mengikuti asesmen sebanyak 100 orang. Dari hasil assemen, Panitia Pengarah menentukan sebanyak 60 orang peserta IKKON 2017 yang akan dibagi menjadi 5 tim untuk ditempatkan di 5 daerah.

Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Abdur Rohim Boy Berawi menjelaskan, pada pelaksanaan IKKON kali ini akan berlangsung di lima kota yakni Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kota Banjarmasin, Kabupaten Belu dan Toraja Utara.

“Tiap tim terdiri dari dua belas orang dengan komposisi terdiri dari berbagai profesi di bidang yakni disain interior, disain komunikasi visual, fashion, disain produk, disain tekstil, arsitektur,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga profesi di bidang non desain yaitu antropologi/sosiologi, manajer proyek, business advisor, spesialis media, videografi dan fotografi.  

Setiap tim yang didampingi seorang mentor tersebut akan ke lokasi pelaksanaan dalam empat tahap masing masing. Keberangkatan I untuk survey potensi (10 – 23 Juli 2017), keberangkatan II untuk perencanaan desain (11 – 22 Agustus 2017), keberangkatan III untuk pembuatan prototype (11 – 22 September 2017) dan keberangkatan IV untuk pameran (11 – 23 Oktober 2017)

Triawan Munaf mengatakan, IKKON berkaitan dengan Nawa Cita atau sembilan cita cita dari pemerintahan Jokowi – JK yakni membangun Indonesia dari  pinggiran  dengan memperkuat daerah-daerah  dan  desa dalam  kerangka  negara kesatuan. 

Butir ketiga tersebut diterjemahkan oleh masing–masing Kementerian dan Lembaga Negara sesuai dengan tugas dan fungsinya dengan kegiatan yang menyentuh akar rumput.

“Badan Ekonomi Kreatif atau BEKRAF mengimplementasikan butir ke tiga dari Nawa Cita tersebut. Salah satunya dengan program IKKON. Kegiatan ini berintikan live in designer atau menempatkan para desainer yang berbasis urban akademis untuk berkolaborasi dengan perajin lokal yang berbasis rural – komunitas,” kata Triawan Munaf.  

Dijelaskan, program IKKON merupakan kegiatan yang bersifat komprehensif karena melibatkan beberapa personil dengan berbagai latar belakang pendidikan dalam satu tim. Program juga berkesinambungan dalam jangka waktu yang cukup panjang, yaitu sekitar 5 bulan.

“Karena itu, dalam rekruitmen pesertanya diberlakukan syarat yang cukup ketat, karena menyangkut tanggung jawab, komitmen dan kemampuan kerja dalam tim,” ujarnya.

Saat ini sedang dipersiapkan wadah untuk para alumni IKKON dalam bentuk Koperasi (KOPIKKON), agar kolaborasi yang telah dirintis antara tim IKKON terdahulu dengan pelaku kreatif di daerah-daerah kegiatan IKKON dapat terus berlanjut.

Dengan demikian diharapkan melalui KOPIKKON dampak daya jangkau dari pengembangan ekonomi kreatif  tidak saja hanya dirasakan di kota kota besar, namun merata hingga di daerah daerah.

“Karya dari hasil kolaborasi program IKKON yang mempunyai kekuatan lokal namun memiliki kebaruan baik bentuk mau pun fungsi, atau dalam bentuk service design baru, diharapkan dapat memberikan peningkatan kualitas yang memberi nilai tambah baik secara sosial mau pun ekonomi,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, beberapa produk IKKON 2016 telah diakui kualitasnya melalui beberapa pameran luar negeri. Sebut saja, desain motif dari Sylvie Arizkyani yang diwujudkan melalui keterampilan membatik Tarkinah dari Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang telah terpilih oleh kurator untuk ditampilkan di Salone del Mobile Milano Italia.

Sedangkan  karya perlengkapan makan dari bambu hasil kolaborasi pelaku kreatif lokal dengan Tim IKKON di Ngada, Nusa Tenggara Timur telah mendapatkan penghargaan The Best Show pada Chiang Mai Design Week.

“Dengan adanya penghargaan internasional ini, tentunya berbeda pada kepercayaan pasar atau konsumen, sehingga hasil-hasil karya kolaborasi pada program IKKON juga dapat memberikan dampak peningkatan harga atas produk dimaksud. Hal ini tentunya meningkatkan penghasilan para pelaku kreatif di daerah,” jelas Triawan Munaf.

Salah satu nilai lebih dari program IKKON ini adalah ethical benefit sharing atau saling memperoleh manfaat secara etis. Artinya, para desainer mendapatkan royalti atas Hak Ciptanya, sementara para pelaku kreatif lokal memperoleh hak jasa produksi yang layak.

“Ini merupakan penghargaan kepada kedua belah pihak yang akan terus didorong pada setiap kesempatan program dan kegiatan BEKRAF dalam rangka membangun ekosistem ekonomi kreatif,” tuturnya.

Pihaknya berharap, IKKON dapat  menumbuhkembangkan perekonomian baru di daerah pedesaan. Sebagaimana harapan Presiden RI bahwa ekonomi kreatif  harus jadi tulang  punggung ekonomi Indonesia.

“Hal ini bukan lagi mimpi karena sudah terbukti dan dapat kita lakukan secara bersama-sama,” tandasnya. (tety)

Related posts

Hentikan Stigmatisasi Negatif Terhadap Koperasi

Tety Polmasari

Tetapkan Anggota Kabinet Hak Prerogatif Presiden, Jokowi Tak Perlu Takut Rombak KIM

Akhir Tanjung

KIS Jamin Manfaat Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kurang Mampu

Tety Polmasari

Leave a Comment