Ahmadi Noor Supit Sosialisasi Empat Pilar MPR

Minggu, 23 Jul 2017
Foto:Bambang Tri P

BARITO KUALA (Pos Sore) — Derasnya perkembangan jaman serta arus globalisasi tentu menimbulkan dampak baik positif maupun negatif. Hal ini berpengaruh juga terhadap semangat nasionalisme dan patriotisme yang ada dalam setiap warga negara Indonesia.

Seakan gema dan semangat nasonalisme mulai terkikis sedikit demi sedikit saat ini. Jarang sekali terdengar orang Indonesia bangga dengan apa yang dimilikinya. Mereka cenderung lebih senang dengan bangsa lain melalui berbagai aspek.

Misalnya, dari cara berbicara lebih senang dengan bahasa asing, dari cara berpakaian lebih condong pada model dan gaya barat, dari segi kebudayaan banyak yang mengganggap budaya Indonesia ketinggalan jaman.

“Atau pun dari segi sosial lebih bersifat individualisme,” papar anggota MPR RI dari Fraksi Golkar, Ahmadi Noor Supit dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, di Gedung Serbaguna Pemda Barito Kuala, Kalimantan Selatan.  

Supit memaparkan, untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme tidak semudah membalikan tangan. Hal tersebut perlu ditanamkan dan dipupuk sedini mungkin, sehingga semangat nasionalisme akan terpatri selamanya.
“Dimulai dari sejak dini, penanaman semangat nasionalisme memang sangat sekali diperlukan. Karena hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada nantinya jika sudah dewasa,” ujar Supit. 

Supit mengibaratkan pembentukan karaktek dan jiwa seseorang dengan satu bangunan. Di mana perlu suatu pondasi dan pilar yang kuat untuk dapat berdiri kokoh walaupun diterjang masalah apapun.

Begitu juga dengan penanaman semangat Nasionalisme memerlukan pondasi dan dasar yang kuat agar seluruh bangsa Indonesia ini tidak kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang besar.

“Untuk itulah sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika harus dilakukan sejak dini dan berkesinambungan,” pungkas Supit. (bambang tri)