Kementerian Pertanian Sosialisasikan Permendag No. 57/2017 tentang HET Beras

Kamis, 14 Sep 2017

IMG-20170914-WA0019

BOGOR (Pos Sore) – Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menggelar rapat kerja sinergitas sekaligus sosialisasi Permendag No. 57/2017 tentang Harga Eceran Tertinggi Beras.

Kementerian Pertanian memang mendorong terbitnya pengaturan tentang HET untuk komoditas beras. Peraturan ini dinilai memberikan jaminan kepastian harga beras dan meningkatkan keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang diwakili Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Henriadi, mengatakan, melalui HET konsumen akan diuntungkan.

“Dengan menghilangkan disparitas harga beras yang tinggi dari produsen hingga konsumen, akan tercipta perdagangan beras yang berkeadilan. Artinya, konsumen membayar sesuai dengan mutu beras yang dibeli,” katanya, di IPB International Convention Center, Bogor, Kamis (14/9).

Selain melalui kebijakan regulasi, upaya menjaga stabilitasi harga pangan juga dilakukan dengan mengembangkan kegiatan Toko Tani Indonesia (TTI), yang pada 2016 dikembangkan TTI di seluruh Indonesia dan pada 2017 dikembangkan 1000 TTI. 

“Hingga tahun 2019 kita akan mengembangkan 5000 TTI di seluruh Indonesia,” katanya.

Badan Ketahanan Pangan juga berperan aktif mengawal stabilitasi pasokan dan harga pangan. Caranya melalui kebijakan regulasi maupun aksi nyata di lapangan.

Rapat Kerja Badan Ketahanan Pangan yang berlangsung selama 2 hari ini bertujuan untuk bersama-sama membangun sistem pangan yang kokoh. Utamanya dalam upaya pengentasan wilayah rentan rawan pangan, percepatan diversifikasi konsumsi pangan dan stabilitasi harga pangan strategis sebagai pondasi utama dalam memperkuat kedaulatan dan kemandirian pangan. (tety)