Ahmadi Noor Supit: NKRI harga mati.

Senin, 25 Sep 2017
Ahmadi Noor Supit (tengah) saat disambut tokoh masyarakat.Foto: Ist.

BARITO KUALA (Pos-Sore)–Anggota MPR RI dari Fraksi Golkar, Ahmadi Noor Supit, mengingatkan persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia merupakan harga mati. Karenanya, segala bentuk ancaman yang dapat merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dilawan. Termasuk gerakan terorisme yang jelas-jelas mengancam keutuhan NKRI.
“Seluruh elemen masyarakat harus lebih waspada terhadap kemungkinan semakin tumbuhnya sel-sel kelompok terorisme di tanah air. Kelompok terorisme tersebut jelas-jelas ingin mengganti ideologi bangsa kita,” tegas Supit dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Menurut Supit, pemerintah Indonesia patut memberi wewenang penuh dan keleluasaan kepada TNI dan Polri untuk mempersempit ruang gerak terorisme di Indonesia. Ketahanan nasional akan menghadapi ujian berat jika kelompok-kelompok teroris berhasil tumbuh subur di Indonesia.
“Apalagi, ada semacam gelagat bahwa sel-sel terorisme di Indonesia juga memberi respons positif terhadap kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berencana membangun basisnya di Asia Tenggara. Kelompok-kelompok teroris itu sudah terang-terangan melampiaskan kebencian pada segenap jajaran Polri,” tuturnya.
Supit mengatakan, sejumlah prajurit Polri telah menjadi target serangan. “Jangan lupa bahwa ada WNI yang sangat dipercaya pimpinan ISIS. Sosok WNI itu diduga mendalangi serangan bom dibeberapa tempat,” ujarnya.
Untuk memperkecil atau melumpuhkan potensi ancaman itu, Supit menilai, perlakuan hukum terhadap para terduga dan tersangka teroris harus ekstra tegas. Termasuk kepada mereka yang diduga sebagai simpatisan ISIS di dalam negeri. “Para simpatisan ISIS harus dilumpuhkan agar mereka tidak memiliki peluang mewujudkan pembangunan basis ISIS di Asia Tenggara,” katanya.Bambang Tri P.