Dana Bergulir 3 Sukses, LPDB-KUMKM PKS dengan Dinaskop UKM Seluruh Indonesia

Kamis, 12 Okt 2017

IMG_20171012_122109

JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo, membuka Rapat Koordinasi Program Penyaluran Pinjaman/Pembiayaan Dana Bergulir LPDB – KUMKM dengan Pemerintah Daerah, di Jakarta, Kamis (12/10).

Di hadapan kepala dinas yang membidangi koperasi dan UKM tingkat provinsi di seluruh Indonesia, Braman Setyo, memberikan arahan agar ikut menyukseskan penyaluran dana bergulir bagi koperasi dan UKM di wilayahnya masing-masing. Terlebih pemerintah sudah memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat lunak.

“Ada tiga sukses LPDB, yaitu sukses menyalurkan dana bergulir, sukses memanfaatkan dana bergulir, dan sukses mengembalikan dana bergulir,” katanya dalam rapat koordinasi bertema ‘Optimalisasi peran pemerintah daerah dalam menyongsong paradigma baru LPDB UMKM sebagai lembaga yang inklusif’, itu.

Braman menegaskan, sukses menyalurkan dana bergulir dengan catatan disalurkan untuk koperasi yang berkualitas. Yaitu koperasi yang sehat dari segi kinerja maupun keuangan. Koperasi dikatakan sehat jika melakukan Rapat Anggaran Tahunan 2 kali dalam setahun. Jika keuangan koperasi mencapai Rp 1 miliar maka harus dibuatkan laporannya oleh akuntan publik.

“Dengan adanya paradigma baru diharapkan permasalahan koperasi masa lalu tidak kembali terulang. Misalnya yang dikasih dana bergulir koperasi yang tidak berkualitas. Ada juga koperasi yang tidak sehat dipalsukan menjadi sehat. Hal-hal semacam ini diharapkan tidak ada lagi,” tandasnya.

Untuk sukses yang kedua, Braman meminta penyaluran dana bergulir lebih difokuskan kepada koperasi produktif seperti sektor perkebunan, pertanian, dan perikanan sebagaimana yang diamanatkan Presiden Joko Widodo.

“Karena penyaluran dana bergulir ini menggunakan APBN maka ya harus dikembalikan ke negara untuk disalurkan kembali kepada koperasi dan UKM lainnya,” tambahnya.

IMG_20171012_122024

Dalam konteks penyaluran dana bergulir, LPDB KUMKM akan menjalin kemitraan dan menjadikan dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di daerah sebagai mitra strategis yang sejalan dengan misi paradigma baru tersebut.

Paradigma baru yang dimaksud yaitu LPDB KUMKM sebagai lembaga inklusif atau lembaga yang terbuka. Ini sebagai upaya percepatan penyaluran dana bergulir, pembinaan, optimalisasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi, efektivitas pelaksanaan pengalihan, serta meningkatkan fungsi koordinasi.

“Kemitraan dengan para Dinas dan UKM di daerah ini arus didasari pada nilai trush, clear and clean. Pada 2013 memang sudah pernah ada Perjanjian Kerja Sama (PKS), namun seiring perubahan saat ini, perlu dilakukan addendum PKS yang disesuaikan kebutuhan,” pintanya.

Sementara itu, Direktur Umum dan Hukum LPDB KUMKM Fitri Renaldi, dalam laporannya, mengatakan, rapat koordinasi ini digelar dengan tujuan mempercepat dan memperluas akses penyaluran dana bergulir LPDB KUMKM kepada koperasi dan UKM.

“Selain itu, pembinaan koperasi dan UMKM di wilayah kerja masing-masing, mengoptimalkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana bergulir yang telah disalurkan LPDB KUMKM, mengefektifkan pelaksanaan pengalihan program dana bergulir serta meningkatkan fungsi koordinasi secara berjenjang dan proporsional,” terangnya.

Seperti diketahui, sejak LPDB KUMKM berdiri pada 2008 hingga akhir 2017, telah menyalurkan dana bergulir kepada 4.300 Mitra LPDB KUMKM dan dimanfaatkan dananya oleh lebih dari 1.014.078 UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Total dana yang tersalurkan lebih dari Rp8,4 triliun dan mampu menyerap sekitar sekitar 1,7 juta tenaga kerja.

Dengan target penyaluran pada 2017 mencapai Rp 1,5 triliun, akan dioptimalkan penyalurannya kepada koperasi sebesar 40% atau lebih Rp 600 milyar serta bagi UKM baik langsung maupun melalui lembaga perantara sebesar Rp900 milyar atau 60%. (tety)