14.6 C
New York
19/10/2021
Aktual Kesra

Jelang IRSA Award 2017, Adira Insurance Adakan Diskusi dengan Para Finalis

IMG_4962

    Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna (kiri 4) bersama Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo (kiri 3), Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia Darmaningtyas (kanan 3), Direktur Perencanaan dan Pengembangan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Sigit Irfansyah (kanan 4) serta para pembicara lainnya, berbincang-bincang usai menggelar Sharing Session Jelang Penghargaan IRSA 2017 (Indonesia Road Safety Award)

JAKARTA (Pos Sore) — PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) menggelar sesi diskusi 
antarpemerintah daerah, kota, dan 
kabupaten yang menjadi finalis
Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2017. Ini sesi diskusi jelang penentuan ajang penghargaan IRSA 2017.

Di tahun 2017 ini, tercatat sebanyak 120 kota dan kabupaten yang ikut serta dalam IRSA 2017. Dari 120 peserta, terpilih 23 kota dan kabupaten yang menjadi finalis IRSA 2017. 

Para finalis dipilih berdasar data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya melalui tahap shortlisting.

Dalam sharing session IRSA 2017, itu ada dua topik yang diangkat yaitu  ‘Revitalisasi Pengelolaan Angkutan Umum Menuju Angkutan yang Nyaman dan Berkeselamatan’, serta ‘Penyediaan Fasilitas Pejalan Kaki yang Berkeselamatan’.

Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna, menjelaskan, Sharing Session IRSA ini bagian dari perjalanan penyelenggaraan IRSA sejak dua tahun lalu. Ini bisa menjadi semacam forum untuk mempertemukan pemerintah kota dan kabupaten finalis dengan instansi terkait yang hasilnya dapat dijadikan referensi untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang baik di wilayahnya.

“Dengan adanya sharing session ini, menjadikan IRSA yang tidak hanya sekedar penghargaan, melainkan mampu merangkul berbagai pihak untuk saling bersinergi mewujudkan zero accident di Indonesia,” katanya seusai mengikuti  sharing session sesi pertama, di Jakarta, Jumat (25/10).

Ajang IRSA itu sendiri wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan. Bagian rangkaian dari program 
corporate social responsibility Adira Insurance yang bertajuk kampanye ‘I Wanna Get Home Safely!’. 

Kampanye ini digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia serta terus berupaya untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat, swasta, dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli terhadap keselamatan jalan.

Saat ini telah dilakukan tahap observasi lapangan dan survei kepuasan pengguna jalan terhadap 23 finalis IRSA 2017, yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan di 23 kota dan kabupaten tersebut.

Selama penyelenggaraannya, IRSA telah bekerja sama dengan 5 pilar keselamatan LLAJ. Di antaranya Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kepolisian dan Kementerian Kesehatan.

Kolaborasi ini merupakan langkah positif sebagai bentuk sinergi berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong pelaksanaan penerapan tata kelola keselamatan jalan yang baik di Indonesia.

“Atas nama Adira Insurance, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan IRSA, khususnya kepada Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Kementerian Kesehatan, Masyarakat Transportasi Indonesia, Global Road Safety Partnership dan berbagai pihak lainnya,” ujarnya.

Melalui IRSA pihaknya berharap dapat mendorong penerapan program keselamatan jalan pada pemerintah kota dan kabupaten untuk mewujudkan Indonesia yang berkeselamatan.

Direktur Transportasi Kementerian PPN/BAPPENAS, Ikhwan Hakim, mengatakan, pencapaian target nasional untuk penurunan korban akibat kecelakaan LLAJ tidak dapat dilaksanakan hanya oleh kementerian/lembaga di tingkat pusat saja. Harga juga didukung oleh seluruh pemerintah daerah, pihak swasta serta masyarakat.

“Oleh sebab itu, Bappenas mendukung sepenuhnya pelaksanaan IRSA sebagai bentuk kemitraan dengan pihak swasta untuk mendorong keselamatan LLAJ di daerah melalui kompetisi dan saling belajar antar daerah,” katanya.

Dalam sesi sharing tersebut terungkap berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia, fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas pada 2016 mencapai 25.869 jiwa, mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2015 (24.336 jiwa) namun menurun cukup signifikan dibandingkan tahun 2014 (28.297 jiwa).

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, perubahan beban penyakit kecelakaan lalu lintas dari tahun 1990 hingga tahun 2015 telah berubah dari peringkat 5 meningkat menjadi peringkat 2 setelah penyakit stroke.

Data dan fakta tersebut menunjukkan, Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) harus tetap menjadi prioritas utama pemerintah dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. (tety) 

Related posts

Di Manado, Insidental Prevelensi Kanker Meningkat

Tety Polmasari

Pameran Buku, Bentuk Apresiasi Pada Sastrawan

Tety Polmasari

Hadapi PTM, Forum Anak Nasional Ajak Siswa Indonesia Taat Protokol Kesehatan

Tety Polmasari

Leave a Comment