Beli Senpi, Nembak Istri

Sabtu, 11 Nov 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Meskipun sudah diamankan aparat kepolisian, namun sampai sekarang dr Riyan Helmi masih menutupi kepemilikan senjata api (senpi) yang dia miliki kepada polisi.

Pengakuan sementara, Helmi mendapatkan senjata api itu dari seseorang dengan alasan untuk membela diri. Tidak dijelaskan pembelaan diri dari siapa.

Helmi mengaku belum lama memiliki senjata api tersebut. Katanya, Dia Memegang senpi baru dua bulan terakhir. Senjata api itu lah yang akhirnya mencabut nyawa Letty Sultri, di tangan suaminya sendiri, di Klinik Azzahra Medical Center, Jl Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan dua pucuk bahwa senpi milik Helmi adalah rakitan. Tim Labfor masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk salah satu jenis senjata api tersebut.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI), organisasi profesi di mana Helmi menjadi anggotanya menanggapi kepemilikan senjata api itu tidak berkaitan dengan profesi dokter.
Sekjen IDI Adib Khumaidi, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/11/2017).

Adib mengatakan profesi dokter tidak ada aturan harus memiliki senjata, walau untuk melindungi diri. Manurutnya, prosedur ada di kewenangan polisi sebagai petugas keamanan untuk menindaklanjuti.

Kedua Senpi Beli dari seseorang dengan harga Rp25 juta untuk jenis revolver dan Rp20 juta untuk jenis barreta. (hasyim)