Ketua Umum KOWANI Bocorkan Kunci Sukses kepada Mahasiswa Unpar Bandung

Minggu, 19 Nov 2017
Ketua Panitia Parahiyangan Future Leader Louis berfoto bersama Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo

IMG-20171119-WA0026

BANDUNG (Pos Sore) — Lembaga Kepresidenan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Bandung mengundang Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd untuk membagikan kiat-kiat sukses kepada mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam sesi ‘Learn from the Experts’ Parahyangan Future Leader (PFL) 2017, Giwo yang juga pemerhati masalah anak dan keluarga, memberikan motivasi bagaimana merintis karier dan merealisasikan ide-ide kepada sekitar 80 mahasiswa.

Dalam paparannya, Giwo menekankan kesuksesan yang diraihnya saat ini tidak didapat secara mudah dan instant. Untuk mencapainya memerlukan tahapan dan setiap capaian dimulai dari rangkaian panjang kerja keras.

Bekerja keras dan bekerja cerdas, serta selalu mendekatkan diri kepada Tuhan adalah kunci sukses yang dibocorkan Giwo Rubianto Wiyogo kepada mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

IMG-20171119-WA0013

“Oleh karena itu, saya meminta agar para mahasiswa selalu bekerja keras dan bekerja cerdas serta selalu mendekatkan diri kepada Tuhan,” tandas mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini, di Natural Hills Lembang, Bandung, Sabtu (18/11).

Dalam kesempatan itu, Giwo yang aktif dalam berbagai organisasi sosial itu juga menyampaikan kesetujuannya dengan pendapat Jack Ma (pendiri alibaba.com) yang mengatakan untuk sukses harus mengembangkan kemampuan IQ, EQ, dan LQ (love quesion). Adapun di Indonesia LQ sudah lama ada melalui pola asah, asih, asuh, ajar dan amal.

“Yang harus diingat, untuk mencapai kesuksesan seseorang harus memiliki kemampuan hard skill dan soft skill. Soft skill dipercaya lebih dapat menentukan kesuksesan seseorang dengan mengembangkan intrapersonal skill dan interpersonal skill termasuk di dalamnya adalah kemampuan berinisiatif, etika, berfikir kritis, kemampuan belajar, komitmen, motivasi, bersemangat, dapat diandalkan, dapat berkomunikasi dan krearif,” tuturnya.

Giwo juga mengingatkan, para mahasiswa untuk dapat meraih gelar akademi setinggi mungkin tapi dibarengi dengan peningkatan kemampuan soft skill serta selalu memiliki tekad dan semangat pantang menyerah untuk mencapai kesuksesan.

“Jadikan masa lalu sebagai pembelajaran dan masa depan sebagai motivasi karena dedikasi dan mimpi atau cita-cita adalah kombinasi yang sangat kuat dalam menciptakan kenyataan yang mustahil sekalipun,” katanya.

Louis Ketua Panitia Parahiyangan Future Leader, menjelaskan, PFL 2017 sendiri merupakan program kerja di lingkup universitas yang secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan mahasiswa sebagai bekal untuk bersaing di era global. Baik sebagai seorang mahasiswa maupun nantinya menjadi individu yang memiliki kemampuan yang baik dalam bidang kepemimpinan di dunia kerja.

“PFL 2017 diselenggarakan dengan dasar pemikiran bahwa kemampuan kepemimpinan yang baik merupakan hal yang penting untuk dimiliki para mahasiswa di samping kemampuan akademik yang didapatkannya dari kegiatan perkuliahan di dalam kelas,” jelasnya.

Selain itu, PFL 2017 diselenggarakan berangkat dari pemikiran bahwa kemampuan kepemimpinan dapat ditingkatkan melalui metode yang tepat. Yaitu, dengan memberikan pemahaman yang cukup melalui pelatihan secara menyeluruh tentang nilai-nilai kemampuan kepemimpinan. Dan, bagaimana cara memanfaatkan kemampuan kepemimpinan secara maksimal, serta pelatihan untuk menemukan, memperbaiki, dan mengembangkan nilai-nilai kemampuan tersebut.

Tidak hanya memberikan pemahaman tentang cara memimpin diri sendiri dan memimpin satu kelompok, tetapi PFL 2017 juga memberikan kesempatan bagi para pesertanya untuk mengimplementasikan kemampuan kepemimpinannya lewat pembentukan satu project yang bertujuan untuk menyelesaikan fenomena yang ada di Universitas Katolik Parahyangan dan lingkungan sekitarnya.

“Atau dengan kata lain lewat kemampuan kepemimpinannya para peserta dapat memberikan dampak positif untuk almamaternya dengan cara memberikan gagasan yang dapat menjadi solusi dari sebuah fenomena yang muncul di tengah kehidupan kemahasiswaan Universitas Katolik Parahyangan,” katanya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015