Pameran Foto ‘Ini Ayah Hebatku’: Pentingnya Ayah Dalam Pengasuhan Anak

Selasa, 21 Nov 2017

IMG-20171120-WA0002

JAKARTA (Pos Sore) — Pameran Foto bertajuk ‘Ini Ayah Hebatku’ diresmikan Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N Rosalin. Pameran yang berlangsung pada 20-25 November ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap 12 November setiap tahunnya.

Selain pameran foto, diadakan juga Workshop Keayahan oleh Irwan Rinaldi dan Workshop Fotografi ‘Memotret Manusia’ oleh Arbain Rambey.

Aktivis Keayahan sekaligus penggagas Pameran Foto Keayahan, Yully Purwanti (Bunda untuk Kehidupan) dan Irwan Rinaldi (Ayah Untuk Semua) mengatakan, pameran Foto Keayahan ini dapat berlangsung karena dukungan dan kerjasama berbagai pihak seperti Bentara Budaya Jakarta, Fotografer Senior Arbain Rambey, dan Lotus Public Relations.

Kerjasama ini menunjukan kesadaran berbagai pihak tentang keterlibatan sosok ayah dalam pengasuhan sangatlah penting. Pendidikan dan pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab seorang ibu namun juga menjadi bagian dari peran penting ayah dalam kehidupan anak.

timthumb

“Peran aktif ayah sebagai figur dunia luar dalam pendidikan dan pengasuhan anak memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan emosi anak, bahkan ikut menentukan masa depan mereka,” kata Yully, di Jakarta, Senin (20/11).

Menurutnya, kesadaran akan peran penting ayah dalam pengasuhan anak di Indonesia masih terbatas. Di berbagai pelosok negeri ini, masih banyak para ayah yang berperan hanya sebatas pencari nafkah, hanya hadir untuk anak-anaknya secara fisik, namun tidak mengisi jiwa mereka.

“Sosialisasi peran penting ayah dalam pengasuhan dalam wujud pameran foto menjadi upaya kami menyuarakan keayahan dengan cara yang berbeda dari kebanyakan sesi keayahan yang berlangsung selama ini di berbagai komunitas,” tambahnya.

Dengan bahasa visual dan berbagai interaksi yang terjadi selama pameran ini berlangsung, pihaknya berharap kesadaran ayah untuk terikat dan terlibat dalam pengasuhan anak muncul dan tumbuh dengan sendirinya pada setiap orang yang berpartisipasi dalam pameran ini.

“Acara yang kami selenggarakan dengan dukungan berbagai pihak ini juga bukan
dikhususkan untuk para ayah atau calon ayah, melainkan juga para ibu dan calon ibu untuk membangkitkan kesadarannya untuk memberikan ruang yang cukup agar seorang ayah mampu terikat dan terlibat dalam pengasuhan ananda,” papar Yully.

index(12)

Irwan Rinaldi dari Lembaga Ayah untuk Semua menambahkan, pameran ini merupakan refleksi bahasa cinta ayah kepada anak-anaknya. Ada masa saat anak memang akan lebih banyak membutuhkan ayah dalam menumbuhkan dan membentuk keberanian, percaya diri, ketegasan, peduli, dan disiplin.

Juga melatih bagaimana menghargai satu sama lain baik dalam keluarga, pertemanan dan bersosialisasi di lingkungan masyarakat. “Sesungguhnya, ayah memang berperan lebih dari sekadar pencari nafkah,” ujar Irwan.

Tingkat kedewasaan dan karakter positif yang terintegrasi pada diri seseorang, bukanlah semata-mata ditentukan dari apa yang terjadi dalam hidupnya pada beberapa tahun terakhir, melainkan secara fundamental bergantung pada bagaimana selama masa emas tumbuh kembangnya, yakni di usia 0 – 15 tahun seorang anak dididik dan diasuh oleh orangtuanya.

Dalam sambutan tertulisnya Menteri PPPA Yohana S. Yembise mengungkapkan tentang banyaknya media masa yang menyuguhkan artikel tentang kekerasan pada anak yang dilakukan oleh ayah. Tantangan pergaulan remaja sekarang jauh berbeda dengan jaman dahulu.

“Persoalan tawuran, narkoba, pornografi dan pornoaksi, geng motor, pergaulan bebas, rokok adalah sebagian bentuk kenakalan anak-anak yang banyak terjadi di luar rumah, sekolah maupun di dalam rumah,” kata Yohana.

Dengan besarnya tantangan kenakalan
yang akan dihadapi anak atau remaja nanti, maka tidak bisa tidak, peran ayah dalam mendidik dan mendampingi tumbuh kembang anak mutlak dilaksanakan.

“Dengan pengasuhan ayah yang optimal, tentu akan mendapatkan pengembangan kehidupan baik fisik, spiritual, mental, sosial dan moral pada anak,” tegas Yohana.

IMG-20171121-WA0004

Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N. Rosalin menyatakan KPPPA amat menyambut baik atas terselenggaranya Pameran Foto ‘Ini Ayah Hebatku’. Harapannya, ayah dapat memiliki peran yang lebih besar dalam praktek pengasuhan agar tumbuh kembang anak lebih optimal dan hak–hak anak dapat terpenuhi demi terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.

Bersamaan dengan pembukaan pameran foto, satu buku inspirasi keayahan diluncurkan. Buku berjudul ‘Cinta Ayah Tiada Akhir’ yang ditulis dan diterbitkan sendiri oleh penulisnya, Yully Purwanti. Ini buku inspirasi keayahan ke-3 yang telah ditulisnya.

“Buku ini nantinya dapat diperoleh secara gratis di kesempatan tatap muka sosialisasi keayahan yang akan dilaksanakan di berbagai komunitas orangtua. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015