15 C
New York
25/09/2021
Aktual

Ini Sikap IDI Terkait Penanganan Medis Setya Novanto

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Ilham Oetama Marsis, mengatakan, pihaknya berencana akan memanggil dokter yang menangani kasus kecelakaan Setya Novanto.

Pemanggilan ini terkait beredarnya foto-foto saat Setya Novanto saat terbaring di Rumah Sakit Premier Jatinegara dan Rumah Sakit Medika Permata Hijau pasca kecelakaan. Foto-foto inilah yang menjadi buah bibir masyarakat karena dinilai janggal.

Ia menegaskan, IDI sebagai organisasi profesi dokter di Indonesia tetap mendorong agar seluruh dokter dalam menjalankan praktik kedokteran harus tetap mengacu kepada standar prosedur operasional yang didasarkan kepada perkembangan iptek kedokteran terbaru serta mengutamakan kesalamatan pasien (patient safety).

Namun, Ilham Oetama Marsis, menegaskan penyimpangan praktik kedokteran tidak bisa hanya disimpulkan melalui foto yang beredar di media sosial.

IDI, katanya, perlu memastikan penyimpangan tersebut benar dilakukan oleh dokter atau ada pihak lain di fasilitas kesehatan yang melakukan hal itu kepada pasien.

“PB IDI menghimbau agar masyarakat tidak langsung menyalahkan dokter pada setiap kasus yang ada,” ujarnya, di PB IDI, Jakarta Pusat, Selasa (28/11).

Karenanya, kata dia, PB IDI melalui MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di pusat telah berkordinasi dengan tingkat cabang dan wilayah untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap dokter yang terkait dengan Setya Novanto.

“Hasil pemeriksaan tersebut akan dilaporkan oleh MKEK Wilayah ke MKEK Pusat dalam waktu dekat,” ujar Ilham

Ketua MKEK Dr.Prijo Sidipratomo, Sp.Rad(K), menambahkan, masyarakat harus turut aktif melapor jika menemukan dugaan pelanggaran saat dokter sedang melakukan penanganan medis, termasuk dokter yang menangani Setya Novanto.

Jika masyarakat merasa tidak puas atau menemukan kejanggalan pada pelayanan dokter, bisa disampaikan kepada MKEK. Pelanggaran yang dibuktikan melalui persidangan etik akan dijatuhi sanksi etik sesuai dengan berat/tidaknya pelanggaran.

IDI selaku organisasi profesi menjamin kepada publik bahwa pengawasan dan pembinaan praktik kedokteran oleh dokter anggota IDI terus dilakukan oleh IDI di tingkat cabang hingga pusat. (tety)

Related posts

Polda Metro Jaya tilang 266 pelanggar lalin peserta Kampanye

Tety Polmasari

Slamet: Pengelolaan Dana Hibah Luar Negeri Harus Transparan dan Akuntabel

Akhir Tanjung

Dirut BTN: Industri Properti Butuhkan Entrepreneur Muda

Tety Polmasari

Leave a Comment