KPPPA Gandeng IWITA Kelola Serempak.id, Literasi Digital Seputar Perempuan dan Anak

Selasa, 5 Des 2017


    Plt Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA Sri Danti, advokat dan aktivis perempuan Ina Rahman, penulis buku Kang Maman, Asisten Deputi Bidang Infrastruktur dan Lingkungan KPPPA Ratna Susianawati, dan CEO IWITA Martha Simanjuntak berfoto bersama usai acara

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Bidang Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bagian Infrastruktur Teknologi dan Lingkungan menciptakan konten kreatif berbasis kesetaraan gender, serempak.id.

Website seputar perempuan dan anak, tersebut berupaya meningkatkan akses perempuan di pemerintah, jasa, pendidikan, pengetahuan, dan mengakomodir kebutuhan perempuan.

Serempak.id, portal seputar perempuan dan anak, tampil dengan edukasi, advokasi, berbagi, inspirasi dan pencapaian three ends. Program Three Ends sendiri yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan dan anak. Satu program serempak dalam rangka meningkatkan peran wanita di tanah air.

IWITA (Indonesia Women IT Awareness), organisasi Perempuan Indonesia Tanggap Teknologi telah diberi kehormatan oleh KPPPA untuk menjadi mitra pengelola website Serempak yang hadir sebagai literasi digital bagi perempuan dan anak.

Martha Simanjuntak, founder IWITA, mengatakan, sebagai organisasi yang memiliki visi mencerdaskan perempuan Indonesia melalui TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), kerjasama ini dapat menjadi sarana literasi digital.

“Dapat juga menjadi sarana penguatan jejaring yang ada di masyarakat dengan saling bertukar praktek terbaik, pengalaman dan aspirasi-aspirasi lainnya yang konstruktif untuk kemajuan perempuan,” katanya dalam ‘Netizen Gathering’ bertajuk ‘Menciptakan Konten Kreatif Berbasis Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak’, di Jakarta, Rabu (30/11).

Pihaknya berharap, dengan kerjasama ini juga diharapkan dapat tercapainya tujuan KPP-PA dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di era globalisasi. Karenanya, peningkatan kapasitas dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat diperlukan.

“Kami mengajak semua pihak, baik swasta, akademisi, dan komunitas lainnya untuk mendukung kegiatan ini. Salah satu tujuan serempak.id sebagai wadah kerjasama untuk pencapaian program 3Ends,” ujarnya.

Menurutnya, menjadi tugas bersama untuk mewujudkan serempak.id menjadi jalan dan upaya dalam mengintegrasikan TIK, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di berbagai bidang dan memberikan kesempatan kepada masyarakat berkontribusi dalam pembangunan.

Sri Danti, Plt Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA, dalam kesempatan yang sama, mengatakan, dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender di bidang TIK, diperlukan strategi dan media yang tepat serta berbasis masyarakat.

Menurutnya, netizen harus dapat menyajikan konten yang berkesetaraan gender. Media sosial, katanya, harus bisa dijadikan sebagai wadah menyosialisasikan pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak.

“Keberadaan media komunikasi berbasis masyarakat dapat meningkatkan peran perempuan, sehingga kebijakan dan program pembangunan yang dikembangkan dapat mengintegrasikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pada seluruh kebijakan dan program pembangunan nasional,” jelasnya.

Dikatakan, ‘Netizen Gathering’ ini sebagai salah satu kegiatan dalam pemberdayaan para pelaku TIK dalam menciptakan konten kreatif berbasis kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Ratna Susianawati, Asisten Deputi Bidang Infrastruktur dan Lingkungan KPPPA, menambahkan, isu kesetaraan gender yang penting ialah pemahaman yang tepat kalau gender bukan perempuan, tapi berbagi tugas atau peran dengan kelompok lain.

“Strategi kesetaraan gender dengan good goverment, sustainable development dan strategi kesetaraan gender. Indikator kesetaraan gender dengan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Dia mengatakan, terdapat isu-isu prioritas KPPPA, yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan dan anak.

Sementara itu, Maman Suherman, penulis buku, mengatakan, dalam bersosial media, mengisi konten dengan kreatif dan berkesetaraan gender. Seringkali banyak kasus perempuan yang viral dan lebih tinggi ratingnya, akibat perempuan sendiri yang share atau mem-viralkanya.

“Orangtua pun harus sadar dengan lingkungan sekitar, karena kebanyakan terjadinya pelecehan seksual dan kekerasan pada anak, dengan pelakunya adalah orang terdekat,” ujar Maman Suherman.

Advokat dan aktivis perempuan Ina Rachman, berujar, dalam pelecehan seksual dan kekerasan pada perempuan dan anak, banyak korban tidak bisa mengatakan hal yang terjadi pada dirinya dan lebih memilih merahasiakannya. (tety)