Marsekal Hadi Tjahjanto: TNI HarusProfesional, Modern Dan Tangguh

Rabu, 6 Des 2017

Jakarta, (Pos Sore)– TNI harus bertransformasi menjadi institusi pertahanan yang profesional, modern dan tangguh supaya bisa menjalankan tugas pertahanan-keamanan dengan baik.

Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di depan anggota Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/12).

Marsekal Hadi Tjahjanto datang ke Komisi I DPR RI untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk menjadi Panglima TNI menggantikan jabatan yang saat ini masih berada di pundak Jenderal Gatot Nurmantyo.
Hadi Tjahjanto datang ke Komisi I ‘diantar’ Gantot Nurmantyo dampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkat Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi. Marsekal bintang empat itu diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke DPR RI untuk menggantikan posisi Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun Maret tahun depan.

“TNI perlu transformasi diri menjadi organisasi pertahanan negara yang profesional, modern dan tangguh. Untuk menjadikan institusi ini sesuai semangat transformasi, diperlukan payung hukum yang kuat,” kata dia.

Transformasi itu, kata dia, perlu dilakukan karena perkembangan signifikan dalam teknologi informasi, komunikasi dan transportasi telah mengubah model interaksi paling hakiki antarmanusia dan antar-negara telah menyebabkan perubahan besar yang memunculkan bentuk friksi dan konflik baru.

“Friksi dan konflik baru tersebut, berbeda jauh dibanding dengan yang sebelumnya. Dari hal tersebut akan muncul fenomena baru yang dengan sendirinya mengubah perspektif ancaman pertahanan negara. Akan muncul fenomena baru yang dengan sendirinya mengubah perspektif ancaman pertahanan negara.”

Dikatakan, ke depan perlu penyesuaian doktrin yang integratif yakni pembangunan Sumber Daya Manusia berjiwa satria, militan dan profesional; serta dukungan kelengkapan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang modern untuk melaksanakan tugas dengan baik sesuai amanat konstitusi.

Dalam uji kelayakan yang diselenggarakan oleh DPR itu, dia juga memaparkan potensi-potensi ancaman terhadap pertahanan dan keamanan nasional serta kebutuhan untuk mengantisipasinya.

Setelah penyampaian visi dan misi dari Marsekal Hadi selaku calon Panglima TNI, DPR melakukan pendalaman materi dalam sesi tertutup dalam uji kelayakan dan kepatutan itu. (decha)