Katumbiri Expo 2017 Gambarkan Kemajuan Perempuan Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan Katumbiri Expo 2017 sebagai bagian rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-89 Tahun 2017. Acara ini berlangsung pada 6 – 10 Desember 2017 di JCC Senayan, Jakarta.

Pameran yang diselenggarakan untuk ke-7 kalinya ini menyuguhkan hasil karya anak bangsa dari seluruh penjuru nusantara. Tentunya, untuk menunjukkan kepada masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri terkait hasil kreativitas dan potensi yang telah dikerjakan kaum perempuan di bidang ekonomi menuju kesetaraan gender.

“Perempuan Indonesia saat ini sudah banyak mengalami kemajuan dengan terbukanya kesempatan dan akses yang sama untuk berperan di segala bidang kehidupan dan pembangunan,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise saat membuka Pameran Katumbiri Expo 2017 bertema ‘Optimalisasi Peranan Perempuan dalam Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Menuju Kesetaraan’, di Jakarta, Rabu (6/12).

Menurutnya, melalui Katumbiri Expo 2017 inilah kemajuan karya-karya perempuan Indonesia dapat diperlihatkan. Potensi mereka telah memberikan warna dalam pembangunan dan kemajuan Indonesia.

Menteri Yohana menjelaskan Katumbiri Expo 2017 sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kesenjangan ekonomi perempuan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu program prioritas Kemen PPPA  dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di bidang ekonomi.

Kebijakan yang terus dikembangkan pada 2017, yaitu Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) melalui pengembangan Industri Rumahan (IR) untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan perempuan.

Nuansa Katumbiri Expo kali ini mempromosikan seni batik dan tenun serta aneka produk berbasis kearifan lokal yang menjadi potensi wilayah tertentu, sekaligus sebagai ungkapan kekayaan kebhinekaan yang kita miliki bersama.

Pameran ini menjadi sangat penting bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ingin terus berkarya dan bertahan di tengah persaingan ekonomi dunia. Selain itu, pameran ini dapat menjadi pembuka akses bagi perempuan kreatif untuk mendapatkan berbagai informasi, perkembangan pasar, dan ikut berperan dalam pembangunan.

“Saya berharap melalui Katumbiri Expo 2017 ini, semua pihak khususnya kalangan kreatif dapat mengembangkan diri dan menjadi wirausaha yang terus berkembang, handal, dapat membangun jejaring, meningkatkan kemitraan, dan sinergi serta dapat lebih meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kepada seluruh masyarakat yang hadir, saya mengucapkan selamat menikmati karya para perempuan Indonesia. Marilah kita cintai produk Indonesia,” tutup Menteri Yohana. 

Ketua Panitia Katumbiri EXPO 2017, Titik Joko Sunaryono, menambahkan, arti kata Katumbiri berarti ‘Pelangi’ yang merupakan kata  dari bahasa Sunda. Dari arti kata tersebut melambangkan Expo ini  bermaksud untuk menggambarkan Kesetaraan Gender di Indonesia dan keberagaman karya anak bangsa.

“Katumbiri Expo 2017 juga sebagai salah satu program untuk mengurangi kesenjangan ekonomi perempuan. Selain itu kegiatan ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan perempuan dengan memenerapkan pengembangan Industri Rumahan,” jelasnya.

Nuansa Katumbiri Expo 2017 kali lebih berfokus mempromosikan seni Batik dan tenun, sekaligus sebagai ungkapan kekayaan Kebhinekaan Indonesia. Untuk jumlah UKMK yang mengikuti expo ini sebanyak 250 peserta.

“Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sehingga lebih menunjukkan ibu-ibu saat ini lebih produktif,” ungkapnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!