PHI ke-89 2017: Perempuan Berdaya Untuk Indonesia

Selasa, 19 Des 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu. Namun peringatan Hari Ibu bukanlah ‘Mothers day’. Maknanya pun berbeda.

Mother’s day dimaknai sebagai hari istimewa untuk memberikan penghargaan kepada kaum ibu yang selama ini banyak berjasa di dalam mengurus rumah tangga dan mendedikasikan segenap hidupnya demi kebahagiaan keluarganya (peran domestik/sebagai pengurus keluarga).

Sementara itu, Hari Ibu diperingati sebagai momentum untuk mengenang dan menghargai semangat dan perjuangan kaum perempuan dari berbagai latar belakang dalam pergerakan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan sebagai perwujudan peran serta perempuan dalam proses pembangunan bangsa.

“Peringatan Hari Ibu (PHI) dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, di Jakarta, Senin (18/12).

Selaku penanggung jawab kegiatan PHI ke-89 Tahun 2017, Menteri Yohana mengatakan pihaknya bersama dengan pimpinan organisasi perempuan, sepakat mengangkat tema ‘Perempuan Berdaya Untuk Indonesia’ dalam PHI ke-89 Tahun 2017.

Organisasi perempuan yang dimaksud yaitu Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK), Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Dharma Pertiwi, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, dan Bhayangkari.

Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat, Kementerian/Lembaga, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, lembaga masyarakat, dunia usaha, media massa, dan seluruh lapisan masyarakat juga sepakat dengan tema tersebut.

“Tema ini dipilih karena kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Yohana.

Menurutnya, Hari Ibu yang selalu diperingati setiap tahun membuktikan telah ada perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Artinya, bila perempuan diberi peluang dan kesempatan, maka mereka akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri. Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara juga mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change).

“Perempuan dan laki-laki mempunyai kesempatan, akses, serta peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan,” tambah Menteri Yohana.

Puncak PHI ke-89 Tahun 2017 akan diselenggarakan di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat dan dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Negara.

“Raja Ampat, Papua Barat ditetapkan sebagai lokasi puncak acara PHI ke-89 Tahun 2017 karena kami ingin perempuan-perempuan dari wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal dapat merasakan kebahagiaan pada Peringatan Hari Ibu, dan Perempuan Papua Barat dapat belajar tentang pembangunan pemberdayaan perempuan dari perempuan-perempuan yang hadir dari seluruh Indonesia,” terang Yohana.

Peringatan Hari Ibu ini diharapkan Yohana, dapat dimanfaatkan sebagai sarana berbagi informasi dan berbagi pengalaman serta dapat membuka peluang kerjasama di berbagai sektor pembangunan bagi kemajuan perempuan Indonesia.

“Selain itu, kami juga ingin membantu mempromosikan potensi wisata Raja Ampat agar menjadi destinasi wisata yang semakin mendunia,” tambah Menteri Yohana.

Dikatakan, PHI ke-89 Tahun 2017 bukan sekedar momentum seremonial, tetapi juga dilakukan berbagai kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat. Bakti Sosial berupa nikah massal 100 pasang pada 21 Desember 2017 di Kota Sorong.

Selain itu, kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kanker Payudara Sejak Dini, di Kabupaten Raja Ampat, pada Januari 2018.

PHI 2017 juga dilakukan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan, yang dihadiri seluruh Organisasi Perempuan pada 20 Desember 2017.

Sementara itu, pada 21 Desember 2017 dilakukan lomba-lomba, pentas seni budaya, dan pameran kuliner khas makanan Papua dan handycraft

Pada 22 Desember 2017 dilakukan pembacaan puisi oleh Presiden dan 9 Menteri Perempuan Kabinet Kerja, pemberian sertifikat PRONA (Pengurusan Sertifikat Tanah) sebanyak kepada 300 mama Papua di Raja Ampat. (tety)