Ini Pemenang BRIZZI Art Cycling: Padukan Seni Digital dan Bersepeda

Kamis, 21 Des 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Tren berolahraga sepeda disikapi Masyarakat Industri Kreatif Digital Indonesia (MIKTI) dengan cara kreatif, inovatif, dan jenius. Komunitas ini menggelar lomba bersepeda dengan sentuhan teknologi. Bukan sekedar gowes, tapi berkayuh yang menghasilkan karya seni. Hebat kan?

Lomba bersepeda yang dinamai BRIZZI Art Cycling itu mendulang animo masyarakat. Digelar serentak di 10 kota antara lain di Jakarta, Banda Aceh, Pa­lembang, Bandung, Solo, Yog­ya­karta, Surabaya, Malang, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar. Pesertanya mencapai seba­nyak 547 pesepeda.

Event yang mendapat dukungan Kementerian Pariwisata dan Bank BRI, ini menjadi lomba bersepeda unik yang pertama kalinya diadakan di Indonesia bahkan di dunia. Lomba ini berlangsung pada 16 Desember 2017 Pukul 09.00 WIB hingga 17 Desember 2017 Pukul 09.00 WIB.

Bersepeda seni? Ya seni yang dihasilkan adalah dari rute sepeda yang ditempuh. Peserta bisa menentukan rute sesuai dengan pola gambar yang ingin dibentuk. Hasil dari pola itu disebut dengan karya grafis.

Caranya mudah. Para peserta Art Cycling hanya perlu menggunakan aplikasi mobile yang disediakan panitia selama lomba, kemudian bersepeda sesuai jalur yang direncanakan sendiri di kotanya masing-masing. Dalam artcycling, peserta lomba dapat me­nentukan sendi­ri waktu start dan finish, jarak tempuh, hingga jalur yang akan dilalui.

Berhubung tema yang diusung ‘Pesona Indonesia’, maka peserta ditantang untuk untuk bersepeda mengikuti jalur yang dapat menghasilkan gambar sekreatif mungkin yang menggambarkan keunikan dan keindahan Indonesia.

Selain bersepeda membuat berkeringat, juga membuat pikiran menjadi lebih segar karena bersentuhan dengan alam sekaligus mengekspresikan seni. Dengan art cycling, para peserta yang tentunya juga pecinta seni bisa menggabungkan waktu menuangkan kreativitas dengan berolahraga sepeda. Dan, ini bisa menjadi tren baru dalam berolahraga.

“Biasanya MIKTI membuat even yang bersifat edukasi terkait dunia startup dan pesertanya adalah para komunitas IT. Nah, sekarang ini MIKTI mencoba beralih ke masyarakat umum khususnya pecinta sepeda dan olahraga pada umumnya. Tujuannya agar masyarakat bisa merasakan manfaat perpaduan antara teknologi, seni, dan olahraga,” ujar Indra Purnama, Direktur Eksekutif MIKTI, di Jakarta, Rabu (20/12).

“Lomba art cycling berbeda dengan lomba sepeda. Dalam art cycling yang tercepat tidak otomatis menjadi pemenang. Tetapi yang berhak jadi peme­nang adalah yang karyanya dinilai paling bagus,” tambah Sekjen MIKTI, Andi Zaki, pada jumpa pers pengumuman pemenang BRIZZI Art Cycling 2017 di Gedung Sapta Pesona Kemen­par Jakarta, Rabu (20/12).

Kriteria pemenang, kata Andi, tidak terlalu dilihat dari segi seni, tetapi tetap ada beberapa kriteria utama yang menjadi syarat penilaian. Pertama, tema yang sesuai, yaitu Pesona Indonesia. Jadi gambar yang terbentuk harus menyerupai sesuatu yang merupakan khas dari Indonesia.

“Setelah itu, dilihat bagaimana mereka membentuk gambar tersebut dan kesungguhan peserta dalam menentukan rute dan jarak tempuh,” jelasnya.

Vice President Marketing Communication BRI, Prilly Savitri mengatakan, keikutsertaan pihaknya dalam penyeleng­garaan event ini sebagai wujud komitmen perusahaannya un­tuk ikut berperan serta mema­jukan olahraga Indonesia.

Ia berharap pada pe­nyelenggaraan Art Cycling berikutnya jumlah pesertanya semakin meningkat.

Asdep Pengembangan Seg­men Pasar Bisnis dan Peme­rintah Kementerian Pariwisata Tasbir meng­apresiasi penyelenggaraan lomba sepeda unik ini. Dikata­kan, event ini semakin memper­kaya sport tourism yang tengah digalakkan Kemenpar.

Ada 10 peserta yang berhasil menjadi pemenang dan masing-masing berhak mendapat satu unit sepeda dari United. Sementara peserta yang lolos peringkat tiga besar juga mendapat sepeda dan hadiah uang jutaan rupiah.

Berikut daftar para pemenang Brizzi Art Cycling 2017:

Peringkat pertama: Andi Maulidin (dari Bandung, tema Kapal Phinisi Sulawesi Selatan)
Peringkat kedua: Juska Sjam
Peringkat ketiga: Lucky Prasetyawan

Juara harapan:
Aldi Munawar
Taufiq Offspeak
Muhammad Ihzan
Hamsal Hamid
Asroru Maulana
Diki Zulkarnain
(tety)