Menteri Pariwisata Paparkan Hasil Capaian Kinerja 2017

Jumat, 22 Des 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan hasil kinerjanya selama satu tahun terakhir dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2017, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Kamis (21/12).

Dalam paparannya, menpar menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Januari hingga Oktober 2017 mengalami pertumbuhan 24 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Secara kumulatif pada periode tersebut, jumlah kunjungan wisman menembus angka 1.617.828 wisman. Diproyeksikan hingga akhir Desember 2017, jumlah kunjungan wisman akan mencapai 14 juta wisman,” paparnya.

Dengan capaian ini, Indonesia berada dalam 20 besar sebagai negara dengan pertumbuhan tertinggi. Indonesia bahkan mengalahkan Thailand yang hanya tumbuh 6,69 persen pada periode yang sama.

“Pertumbuhan pariwisata Indonesia sebesar 24 persen, jauh di atas pertumbuhan pariwisata regional ASEAN 7 persen dan pariwisata dunia 6,4 persen. Ini menguatkan keyakinan kita untuk meraih target pada 2018 sebesar 17 juta wisman,” kata Arief Yahya.

Bagaimana dengan wisatawan nusantara (wisnus)? Arief Yahya mengungkapkan, secara kumulatif pada periode Januari sampai oktober 2017, total ada 252.569.465 pergerakan, dengan pengeluaran sebesar Rp 230,91 triliun. Capaian ini lebih tinggi 14 persen dari target yang sudah ditetapkan, yaitu sebesar 221,5 juta wisnus.

Menariknya, moda transportasi udara yang digunakan wisnus bertambah pada Oktober 2017. Jumlah penumpang udara domestik mencapai 7.523.100 orang. Jadi diperkirakan realisasi wisnus yang menggunakan angkutan udara sebanyak 2.256.930 pergerakan.

Menpar optimis tahun ini target 265 juta pergerakan wisnus terlampaui. Pada November target wisnus sebesar 19,5 juta dan Desember 2017 sebesar 24 juta, sedangkan angka prognosa wisnus pada bulan sebelumnya antara 20 juta hingga 27 juta.

Menpar juga memaparkan pertumbuhan ekonomi dari pariwisata yang diikuti dengan perubahan gaya hidup yang semakin go digital. Sekitar 70 persen dari pencarian dan sharing data dilakukan secara digital. Media digital bahkan dinilai empat kali lebih efektif dalam menyampaikan pesan daripada media konvensional.

“Industri pariwisata, cepat atau lambat akan menghadapi perubahan yang revolusioner dan untuk bersaing pariwisata harus mengikuti perubahan gaya hidup konsumen,” tegasnya. (tety)

 

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015