LLP-KUKM Revitalisasi Paviliun Provinsi

JAKARTA (Pos Sore) — Perjalanan Paviliun Provinsi di SME Tower sudah genap 7 tahun. Secara umum keberadaan Paviliun Provinsi masih jauh dari kata sempurna sebagai pusat promosi dan pemasaran dari masing-masing daerah di SME Tower.

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi Emilia Suhaimi, beralasan belum semua provinsi menampilkan produk unggulannya dan belum terkurasi dengan baik. Kontinuitas produk yang tidak berjalan, di samping produk yang ditampilkan juga masih sangat sedikit.

“Selain itu, tingkat kunjungan customer ke Paviliun Provinsi masih sangat rendah sehingga tingkat perputaran produk yang ditampilkan sangat rendah,” kata Suhaimi pada Rakor Paviliun Provinsi 2018, di Jakarta, Kamis (4/1).

Turut hadir pada acara tersebut Sesmenkop UKM Agus Muharram, anggota Dewas Bintang Puspayoga, Deputi Produksi dan Pemasaran I Wayan Dipta, Kepala Biro Perencanaan Kemenkop UKM Achmad Zabadi, Staf Ahli Kemenkop Bidang Ekonomi Makro Hasan Djauhari.

Dikatakan, rakor ini sebagai upaya memperkuat akses pasar produk KUKM, khususnya Paviliun Provinsi. Karenanya, LLP-KUKM melakukan Revitalisasi Paviliun Provinsi yang bertujuan untuk menjadi pusat promosi dan pemasaran produk-produk unggulan KUKM seluruh Indonesia dan sebagai destinasi belanja dan pusat oleh-oleh Indonesia.

Rapat Koordinasi Paviliun Provinsi 2018 ini dihadiri sebanyak 34 Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi atau yang mewakili bidang Koperasi dan UKM di seluruh Indonesia. Rakor ini juga sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk KUKM Indonesia.

Kegiatan yang ditampilkan berupa program Revitalisasi Paviliun Provinsi melalui display permanen produk unggulan KUKM yang sebelumnya 4 lantai menjadi 2 lantai.

Berdasarkan data, ungkap Suhaimi, target tingkat kunjungan dapat dilihat di setiap lantai paviliun provinsi belum ideal. Hal ini terkait dengan tidak terintegrasinya antara paviliun yang satu dengan lainnya. Menurutnya, perlu adanya integrasi antar paviliun dan pembagian area secara berimbang.

“Jumlah kunjungan ini memiliki korelasi yang positif dengan jumlah omset di Paviliun Provinsi. Karena itu, perlu kiranya program promosi dapat diupayakan seefektif mungkin yang imbasnya bisa dapat dilihat melalui peningkatan jumlah pengunjung, baik di Galeri Indonesia WOW maupun Paviliun Provinsi,” tandasnya.

Di sisi lain, lanjutnya, upaya promosi produk UKM dari seluruh Indonesia yang terus menerus dilakukan LLP-KUKM membuahkan hasil yang cukup siginifikan. Positioning SMESCO sebagai pusat promosi dan pemasaran produk KUKM Indonesia akan diperkuat dengan branding smesco Indonesia.

Dikatakan, kesiapan Dinas Provinsi untuk mengirimkan produk unggulan daerah ke Paviliun Provinsi perlu juga harus diperhatikan. Tentunya agar kan,dapat menjaga ketersediaan stock inventory dan dapat dijadikan sebagai produk potensial ekspor. Dinas Provinsi juga diharapkan untuk mendukung dan berpartisipasi pada event promosi tahunan SMESCO.

“Kami berharap Rapat Koordinasi Paviliun Provinsi 2018 ini dapat menjadi momen penting bagi SMESCO serta seluruh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi untuk secara bersama-sama membangun para pelaku KUKM agar semakin berdaya saing, sehingga kebutuhan masyarakat lokal dapat dipenuhi oleh para pelaku KUKM,” ujarnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!