Menkop UKM: Reformasi Koperasi Sukses, Sumbang 4,48% PDB Nasional

Jumat, 5 Jan 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga memaparkan hasil capaian kinerja Kementerian Koperasi dan UKM yang dipimpinnya sepanjang 2017. Dalam kesempatan itu, disampaikan pula rencana kerja 2018.

Kemenkop UKM, katanya, telah melaksanakan berbagai kebijakan dan program strategis untuk mendorong pengembangan koperasi dan UKM yang berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan kesejahteraan bagi pelakunya.

“Dua kebijakan utama yang dilakukan yaitu Reformasi Koperasi dan Pengembangan UMKM,” kata menkop, di Jakarta, Jumat (5/1). Dalam kesempatan itu menkop didampingi Sesmenkop Agus Muharram, para deputi, dan pejabat lembaga di bawah koordinasi Kemenkop UKM.

Dijelaskan, Reformasi Koperasi bertujuan untuk menjadikan koperasi sebagai lembaga yang sehat, kuat, tangguh, dan mandiri. Dengan demikian, koperasi menjadi berkualitas serta mampu memberikan kesejahteraan anggotanya.

“Bukan berarti koperasi jumlah tidak boleh banyak, tapi kalau banyak tidak berkualitas buat apa? Makanya koperasi dibedah, mana yang aktif, mana yang tidak. Yang tidak aktif dilakukan pembinaan. Jika koperasi itu sakit, maka koperasi tersebut ditutup. Data koperasi sendiri tercatat melalui online data system yang ada di Kementerian Koperasi dan UKM,” ujarnya.

Dari database tersebut ada sekitar 75 ribu koperasi sehat, 75 ribu koperasi lagi dibina supaya jadi sehat, dan kurang lebih 45 ribu koperasi dibubarkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Kemenkop UKM pun menargetkan sekitar 3.000 koperasi baru pada 2018.

Berdasarkan data per Desember 2017, jumlah koperasi sebanyak 153.171 unit. Dari jumlah tersebut, anggota koperasi aktif tercatat mencapai sebanyak 26.535.640 orang. Sedangkan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebanyak 59,70 juta unit.

Dari upaya tersebut, menkop mengklaim reformasi koperasi saat ini berjalan sukses. Dikatakan sukses karena koperasi mampu memberikan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,48 persen dari total PDB Nasional pada triwulan ketiga. 

“Perkiraan kontribusi anggota koperasi terhadap PDB nasional sebesar Rp 3.114.139, 65 miliar atau 30,84 persen dari total PDB Nasional. Dengan demikian, total perkiraan kontribusi lembaga dan anggota koperasi sebesar 35,32 persen,” jelasnya.

Selain itu, sektor UMKM turut pula memberikan sumbangsih terhadap PDB Nasional. Kontribusi UMKM terhadap PDB Nasional adalah 7,005,950 miliar, atau sekitar 62,57 persen dari total PDB.

Jika diperhitungkan menurut skala usaha, komposisi UMKM pembentuk kontribusi PDB UMKM adalah 38,90 persen usaha mikro, sebanyak 9,73 persen usaha kecil, dan 13,95 persen usaha menengah. 

“Kontribusi memang pecah telur dibandingkan data tahun sebelumnya. Saat ini, ada 2 koperasi penyalur kredit usaha rakyat,” tambahnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015