2018, Kemenkop UKM Alokasikan Dana KUR Rp120 Triliun

Senin, 8 Jan 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Koperasi dan UKM tahun ini mengalokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp120 triliun. Angka ini naik dibandingkan alokasi tahun lalu yang ‘hanya’ mencapai Rp 106 triliun. Dari angka itu, ditargetkan serapan bisa di atas 90 persen.

“Untuk mendorong serapan KUR yang berkualitas, tingkat suku bunganya diturunkan dari sebelumnya 9 persen menjadi 7 persen per tahun,” kata Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Gede Puspayoga, di Jakarta, Jumat (5/1).

Menkop mengungkapkan ada beberapa langkah yang disiapkan kementeriannya untuk mendorong peningkatan serapan KUR. Salah satunya, dengan mendorong pengelolaan dana KUR yang diterima oleh debitur. Berdasarkan evaluasi, beberapa debitur kerap menggunakan uang KUR untuk hal yang tidak sesuai program.

“Kemenkop mempersiapkan UKM bagaimana mengelola manajemen jadi jelas. Jangan sampai dia dapat uang untuk beli sepeda motor. Yang dicermati juga adalah menghindari manajemen amburadul. Mana untuk uang jajan, uang plesir, itu jangan dipakai untuk usaha,” tambahnya saat memaparkan ‘Pencapaian Kinerja Tahun 2017 dan Rencana Kerja Tahun 2018’.

Kemenkop UKM mencatat realisasi KUR hingga 31 Desember 2017 mencapai Rp 95,56 triliun atau 89,6 persen dari target Rp 106 triliun dengan bunga 9 persen per tahun.

Jumlah itu naik sedikit dibanding tahun 2016 yang hanya tercatat sebesar Rp 94,4 triliun dari target Rp 100 triliun. Meski naik sedikit, namun dengan target yang lebih tinggi tersebut capaian tahun ini tidak optimal.

“Capaian KUR hingga 31 Desember capai Rp 95,56 triliun dari target Rp 106 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 4.408.925 orang melalui 36 lembaga keuangan penyalur KUR,” kata menkop.

Pada tahun 2016 Kospin Jasa, Jawa Tengah ditetapkan sebagai penyalur KUR, emudian pada 2017 Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Kredit (kopdit) Obor Mas, Maumere, NTT juga ditetapkan sebagai penyalur KUR.

Bank BRI menjadi perbankan dengan nilai penyaluran tertinggi di 2017 yakni sebesar Rp 69,6 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 3.711.704 juta orang. Bank Mandiri sebesar Rp 13,3 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 208.058 ribu orang.

Sementara itu, Bank BNI sebesar Rp 9,7 triliun dengan jumlah debitur sebesar 60.907 orang, Bank BCA Rp 104,5 miliar dengan jumlah debitur 1.279 orang, dan Bank Bukopin sebesar Rp 104,5 miliar dengan debitur 1.279 orang dan 31 bank lainnya.

Berdasarkan wilayah, hingga 31 Oktober 2017, Jawa Tengah masih menjadi wilayah dengan penyerapan KUR tertinggi secara nasional dengan total Rp 16,2 triliun, diikuti Jawa Timur sebesar Rp 15,6 triliun, lalu Jawa Barat sebesar Rp 11,7 triliun, Sumatera Utara sebesar Rp 3,8 triliun, Bali sebesar Rp 3,2 triliun, DKI Jakarta sebesar Rp 2,8 triliun dan 28 wilayah lainnya.

Puspayoga berharap, pada 2018 serapan KUR bisa lebih tinggi dari tahun 2017. Terlebih, 2018 target serapan KUR naik menjadi Rp 120 triliun. “Kita akan sosialiasi terus dengan harapan serapan KUR dapat meningkat signifikan,” tandasnya. (tety)