Menkop Yakin UKM Bukalapak Tembus 8 Juta di 2020

Kamis, 11 Jan 2018

JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga yakin dan optimis jumlah UKM pelapak di market place Bukalapak bisa menembus angka 8 juta di tahun 2020 mendatang. Terlebih dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Awal 2016, saya bertemu CEO Bukalapak Ahmad Zaki jumlah UKM Bukalapak masih sekitar 400 ribu pelapak. Dua bulan lalu, saya menghadiri gathering mereka jumlahnya sudah mencapai 2,2 juta UKM. Karena itu, saya yakin pada 2020 Bukalapak mampu mencetak UKM sukses sebanyak 8 juta,” kata Puspayoga saat menghadiri acara syukuran 8 Tahun Bukalapak ‘Besar Bersama UKM Indonesia’, di Jakarta, Rabu (10/1) malam.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Riki Pesik, dan ribuan pelapak UKM Bukalapak.

Puspayoga mengakui, dirinya menaruh harapan besar terhadap Bukalapak untuk turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang diiringi dengan pemerataan kesejahteraan. Pemerataan, katanya, bisa dicapai salah satunya melalui market place seperti Bukalapak.

“Terlebih kita memiliki program kredit usaha rakyat atau KUR yang bunga kreditnya sudah turun menjadi 9% dari 22%. Bahkan, tahun ini rencananya akan diturunkan lagi menjadi 7%,” ungkapnya.

Selain KUR, ada juga kredit Ultra Mikro Indonesia atau UMI yang lebih murah lagi. Ada juga program KITE, yaitu kemudahan impor tujuan ekspor. Melalui program ini, UKM bisa mengimpor bahan baku bagi produknya dengan bea masuk nol. UKM bisa memanfaatkan itu agar tetap kokoh sebagai tulang punggung perekonomian bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Menperin Airlangga Hartarto berharap Bukalapak harus mampu tumbuh bagaikan pohon besar yang memiliki akar yang kuat hingga ke bawah. Era digital ekonomi seperti sekarang ini baginya sebagai wujud ekonomi gotong royong yang sesungguhnya dan kongkrit.

Dalam pandangannya, banyak UKM yang berkumpul dalam satu komunitas market place seperti Bukalapak ini. Bahkan, dengan pola digital ekonomi, intermediasi produk bisa zero cost. Karenanya, semua pihak harus menjaga eksistensi market place yang besar seperti Bukalapak.

“Ini potensi yang harus kita jaga. Tidak perlu khawatir dengan pemain besar. Enterpreneur kita harus terus kita dorong untuk meningkat. Saat ini, generasi muda harus mampu bergaul dalam bahasa digital,” tegas menperin.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara mendorong Bukalapak untuk terus bermimpi dan mewujudkan mimpi agar suatu saat nanti bisa menjelma menjadi seperti seorang Jack Ma. “Bukalapak ini aset bangsa yang harus dijaga. Di Asean, ada tujuh unicorn market place besar, salah satunya adalah Bukalapak,” sebutnya.

CEO Bukalapak Ahmad Zaki mengatakan, tujuan hadirnya Bukalapak agar UKM Indonesia bisa berkembang dan naik kelas. Karena, jika UKM maju dan besar maka Indonesia pun bakal maju. “Impactnya sangat luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Apalagi, UKM sudah mampu membuktikan diri sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia,” kata Zaki.

Zaki menjelaskan, di usia kedelapan ini Bukalapak dikunjungi sebanyak 35 juta orang perbulan. Artinya, 30% netizen di Indonesia berkunjung ke Bukalapak setiap bulannya. “Dengan catatan seperti itu, tak usah heran bila UKM pun berbondong-bondong menjadi pelapak di Bukalapak untuk jualan secara online yang gratis, efektif, juga efisien, tambahnya.

Zaki menambahkan, saat ini tercatat ada 320 ribu transaksi setiap harinya di Bukalapak. Tak hanya itu, rata-rata omzet per pelapak UKM pun meningkat secara kualitas, dari hanya Rp15-20 juta pada 2016 menjadi Rp30-40 juta pada 2017.

“Saya berharap, 8 tahun ke depan Bukalapak bisa menjadi aset bangsa yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan UKM di Indonesia. Kita ingin menjadi pembayar pajak terbesar di Indonesia. Dan juga kita ingin mempekerjakan orang lebih banyak lagi,” harapnya. (tety)