Kemenkop UKM Terus Kembangkan Notaris Khusus Koperasi


JAKARTA (Pos Sore) —
Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi UKM Meliadi Sembiring menegaskan, pada 2018 ini pihaknya akan terus mendorong lebih banyak Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) yang terdaftar dalam Sistem Administrasi Layanan Badan Hukum Koperasi (SISMINBHKOP) di Kemenkop UKM.

“Saat ini, sudah ada NPAK lebih dari 12 ribu lebih notaris. Namun, baru 2000-3000 NPAK yang melakukan registrasi ke Kemenkop dan UKM. Kalau tidak registrasi, tidak akan bisa online ke SISMINBHKOP,” ungkap Meliadi, di Jakarta, Jumat (12/1).

Pendaftaran badan hukum koperasi dan perubahan Anggaran Dasar koperasi sekarang dilakukan secara online.

Menurut Meliadi, profesi notaris amat diperlukan karena menjadi satu-satunya pihak yang bisa mengeluarkan akta badan hukum yang otentik. Sejak 2016 sudah ada sekitar 5397 badan hukum koperasi baru yang diterbitkan notaris.

“Artinya, dengan jumlah sekitar 300-an badan hukum koperasi baru setiap bulannya, maka bisa disebut semangat dan minat masyarakat untuk berkoperasi masih tinggi,” tegas Meliadi.

Untuk itu, lanjut Meliadi, pihaknya akan terus melakukan kerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan 20 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. “Kita ada di posisi hulu dan hilir untuk mempermudah pengurusan badan hukum koperasi di Indonesia.

Di hilir, Kemenkop UKM mempertajam kerjasama dengan kalangan notaris dan NPAK yang tergabung di INI. Sementara di hulu, pemerintah sudah menandatangani MoU di Medan dengan 20 PTN seluruh Indonesia, untuk memasukkan perkoperasian sebagai mata kuliah dan masuk ke dalam kurikulum di program magister kenotariatan.

“Kita sedang menyusun materi perkuliahan tentang perkoperasian. Perguruan tinggi nantinya yang akan mengolahnya menjadi kurikulum. Jadi, sebelum lulus menjadi notaris dan saat menjadi mahasiswa sudah paham tentang seluk-beluk koperasi,” terangnya.

Selama ini, katanya, mahasiswa masih memandang koperasi dari sisi negatifnya saja. Setelah MoU, Kemenkop UKM akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan program studi (Prodi) tersebut. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!