Holland Scholarship Day ke-6: Banyak Jalan Menuju Belanda!

Minggu, 21 Jan 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Holland Scholarship Day ke-6, kembali diadakan Nuffic Neso Indonesia, di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, Sabtu (20/1). Berbagai informasi tentang opsi beasiswa untuk studi ke Belanda bertebaran di sini.

Beberapa universitas di Belanda turut hadir. Di antaranya, ISS (International Institute of Social Studies – Erasmus University of Rotterdam), IHS (Institute for Housing and Urban Development Studies – Erasmus University of Rotterdam), ITC (Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation – University of Twente), and TIAS Business School.

Asyiknya lagi, begitu banyak jalan menuju ke Belanda! Ada beasiswa yang pendanaannya berasal dari Belanda, di antaranya StuNed, Orange Tulip Scholarship, dan Holland Scholarship. Dari pemerintah Indonesia juga tidak kalah banyaknya, antara lain LPDP, beasiswa dari Bappenas dan organisasi lain.

Peserta disambut Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tujil. Penasehat Pendidikan Kedutaan Besar Belanda, Sarah Spronk, membuka secara resmi acara Holland Scholarship Day ini. Azis Nur Wahyudi, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, juga hadir menyambut peserta Holland Scholarship Day.

Peter van Tujil, mengatakan, acara ini menjadi waktu yang tepat untuk berburu beasiswa, mengingat pelaksanaan acara ini berbarengan dengan waktu pembukaan beasiswa.

“Seperti StuNed contohnya. StuNed merupakan beasiswa yang popular untuk warga Indonesia yang ingin studi S2 ke Belanda,” katanya menjelaskan di sela kegiatan.

Beberapa faktor yang mendukungnya karena beasiswa ini terbuka untuk fresh graduate dan full scholarship! Program StuNed yang merupakan beasiswa bilateral telah berlangsung sejak tahun 2000 dan menghasilkan lebih dari 4.000 alumni dari berbagai bidang studi.

“Jika berhasil, penerima beasiswa akan langsung memulai kuliahnya di Belanda pada September 2018,” katanya.

StuNed juga bekerjasama dengan beberapa universitas dalam bentuk co-funding. Co-funding ini dapat meningkatkan kesempatan pelamar beasiswa untuk mendapatkan StuNed.

Nah, informasi tentang StuNed dapat ditemukan di http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned.

“Tentunya dengan melimpahnya opsi untuk kuliah ke Belanda, diharapkan Belanda tetap menjadi salah satu tujuan teratas bagi pelajar Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan keunggulan global,” harapnya.

Peter menegaskan, beasiswa bukan hadiah, melainkan sebagaiinvestasi untuk orang itu sendiri. Investasi mendapatkan pendidikan lebih baik, pekerjaan lebih baik, dan hubungan lebih baik antara dua negara.

“Ini saya pikir sangat penting. Semoga kita bisa bekerjasama. Dan ke depan anak Indonesia bisa lebih baik. Supaya kita saling membantu. Harapan saya sangat besar, tahun depan agar lebih banyak muka-muka dari Indonesia. Siapa saja bisa mengajukan beasiswa. Tidak perlu belajar bahasa Belanda untuk belajar di Belanda,” tambah Peter.

Proses seleksi memang sangat ketat. Tentunya, untuk menyaring pelajar terbaik dari Indonesia. Selain itu, beasiswa yang disediakan Pemerintah juga masih terbatas. Karenanya, yang dipilih adalah mahasiswa-mahasiswa dengan prestasi dan nilai terbaik.

Untuk kuota pelajar yang terpilih mendapatkan beasiswa yaitu 60-70 pelajar. Namun Peter menegaskan, kuota bisa berubah setiap tahunnya.

Sementara itu, Penasehat Pendidikan Kedutaan Besar Belanda Sarah Spronk mengatakan, Belanda menawarkan banyak keunggulan dalam hal pendidikan. Di antaranya kualitas pendidikan yang bagus, interaktif dan diakui oleh dunia internasional.

“Belajar di Belanda tidak harus bisa bahasa Belanda. Karena di sini banyak universitas yang menggunakan bahasa Inggris,” ungkapnya.

Direktur Diplomasi Publik Kementeria Luar Negeri Indonesia, Azis Nur Wahyudi mengatakan, belajar di Belanda tidak hanya mendapatkan keunggulan dalam ilmu pengetahuan. Belanda adalah negara dengan banyak pelajar dari berbagai negara.

“Karena itu, kita bisa belajar bagaimana mendapatkan pengalaman terbaik utamanya saat berhubungan dengan pelajar dari negara lain,” katanya.

Azis mengingatkan, pelajar yang studi di negara Belanda sekaligus adalah duta-duta Indonesia yang bertugas mengenalkan Indonesia ke pelajar lain dari berbagai negara.

Nuffic Neso Indonesia menyediakan informasi dan memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 2.100 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris. Juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015