Pembuat dan Pengedar Video Porno Sesama Jenis Diciduk

Minggu, 21 Jan 2018
istimewa

DEPOK (Pos Sore) – Dituduh membuat dan menyebarkan video mesum sesama jenis atau gay, sekaligus pemeran video mesum, dua pemuda diciduk aparat Polresta Depok dan Polsek Pancoran Mas, di Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapan, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Sabtu (20/1) malam sekitar pk 23:00. WIB.

Kedua tersangka yakni RS, 21, warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Waylima, Pesawaran, Lampung Selatan dan Muh alias Ar alias Uc, 31 warga Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Wowor menjelaskan, salah satu pelaku, pegawai gym atau tempat fitnes Gardha Gym di Jalan Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. Pelaku disebut-sebut instruktur di tempat fitness tersebut.

“Satu orang pelaku adalah pegawai gym atau instruktur fitness. Sementara satu pelaku lainnya, adalah pelanggan di tempat fitness. Pelanggan fitness inilah yang meng-upload-nya ke media sosial twitter,” ujar Rony kepada wartawan, Minggu (21/1).

Keduanya dibekuk di tempat gym tersebut, Sabtu malam. “Mereka kami amankan di tempat fitness di Jalan Sawangan, Pancoran Mas,” ungkapnya.

Sementara itu Kanit Krimsus Satreskrim Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan dari tangan kedua pelaku pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait pembuatan dan penyebaran video mesum mereka.

“Yakni satu buah kaos oblong putih, serta tiga buah HP atau smartphone. Yakni masing-masing merk Oppo, Samsung, dan Sony,” tuturnya, Minggu (21/1).

Firdaus mengutarakan video adegan mesum sesama jenis itu mereka buat di Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamayan Pancoranmas, Depok dan kemudian di upload ke akun twitter @prassongsup, Rabu 21 Juni 2017 yang lalu.

“Tujuan pelaku menyebarkan video intim tersebut di twitter, sebagai sarana memasarkan diri sebagai seorang pemuas nafsu kaum gay,” ungkapnya..

Bayarannya, mulai dari Rp 300.000 sampai dengan Rp 700.000 untuk sekali layanan. Menurutnya, mereka tidak tergabung dengan komunitas LGBT tertentu.

“Namun untuk mencari pasangan, para pelaku menggunakan aplikasi media sosial HORNET yang merupakan medsos khusus Gay,” jelasnya.

Dijelaskannya, kedua pelaku, ditangkap berdasarkan laporan Yos Desambra, pemilik tempat gym yang merasa dirugikan nama baiknya oleh para pelaku.

Atas perbuatannya kata AKP Firdaus, kedua tersangka dijerat Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 junto Pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, yang ancaman hukumannya hingga diatas 5 tahun penjara.

“Kami masih dalami dan kemungkinan mengembangkan jaringan prostitusi gay dari para pelaku,” tutupnya. (marolop)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015