Pengedar Narkoba Diringkus Polisi

Minggu, 21 Jan 2018
istimewa/ilustrasi

BEKASI (Pos Sore) — Seorang pengedar narkoba jenis sabu dan ecstasy diringkus Unit Reserse Kriminal Polsek Bekasi Timur, Kota Bekasi di Jalan bukit Tunggul V, Kelurahan Kayurungin Jaya, Bekasi Selatan, Rabu (18/1).

Polisi menyita dari tersangka, Ali Rosa, 23 sabu sebesar 14,74 gram dan 100 butir ekstasy bernilai puluhan juta rupiah.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menyebutkan pelaku dibekuk di lokasi kejadian tanpa perlawanan. “Anggota polisi menemukan 0,44 gram sabu,” ujar Erna, Minggu (21/1).

Dikatakannya, hasil interogasi, tersangka mengaku masih menyimpan narkoba dalam jumlah lebih besar di rumahnya di Cilincing, Jakarta Utara. Atas pengakuan itu, polisi bergerak rumahnya untuk penggeledahan.

Hasilnya didapatkan narkoba lagi berupa sabu seberat 15,40 gram, dan pil ecstasy 100 butir. “Tersangka memperolehnya dengan membeli Rp 20 juta,” ucapnya.

Menurutnya, barang haram tersebut rencananya diedarkan tersangka ke sejumlah wilayah di Bekasi dan Jakarta, dengan sasaran masyarakat umum. Namun, polisi yang menyamar sebagai pembeli berhasil meringkusnya tanpa berkutik.

“Begitu dapat informasi, polisi menyamar sebagai pembeli,” tukasnya.

Kepolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan polisi sedang memburu pria bernama Bere, yang diduga sebagai bandar sabu dan ecstasy. Bere sebelumnya memasok barang haram tersebut kepada tersangka Ali Rosa.

“Kami masih mendalami keterangan tersangka yang sudah tertangkap lebih dulu,” ungkapnya.

Tersangka pengedar sabu dan ecstasy Ali Rosa kini mendekam di sel tahanan Polsek Bekasi Timur, dijerat dengan pasal pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika, ancamannya hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati. (marolop)