Hari Gizi Nasional: Saung Layaran Adakan Cooking Class

Sabtu, 27 Jan 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Sejak 1Juli 2016 kehadiran Saung Layaran menghadirkan konsep tersendiri dalam hal penyajian makanan bernuansa laut, aneka hidangan ringan serta sajian tradisional pun ada. Di tengah kerinduan akan suasana yang nyaman dan relax sudah pasti menarik perhatian pengunjung di Jakarta dan sekitarnya.

Sesuai dengan namanya Saung Layaran mengingatkan pada nama ikan khas laut yang enak dan disajikan dengan menu khas. Melihat logo pada restoran ini memiliki kedalaman pada maksud dan filosofinya. Logo ikan Layaran menggugah akan tempat istimewa yang majemuk tentang ikan dan menggugah selera siapa yang datang.

Identitas pada Saung Layaran sendiri terdapat lambang ikan Marlin/Layaran dibalut lingkaran elips emas yang mengartikan kemewahan, kemitraan, kekeluargaan dan keselarasan. Makna yang sarat dengan kehidupan bisnis restoran yang ideal namun betul betul direalisasikan dalam setiap sajian yang khas, bakal diterangkan berikut.

Saung Layaran ini berlokasi di Jalan Lodan Timur No. 7 Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Lokasi yang sangat strategis dan menjadi tujuan sentral bagi semua kalangan untuk berwisata dan kuliner khususnya hasil-hasil ikan laut dan air tawar.

Menengok menu restoran ini, menunya pun bermacam macam jenis seafood dan sajian yang boleh dibilang menjadi andalan Saung Layaran adalah ikan bawal (laut) bakar acar, ikan gurame, kerapu bumbu cobek dan udang standart bakar madu dan lain-lain.

Tidak ketinggalan untuk khas sambal Saung Layaran ialah sambal terasi dadak yang dibuat secara langsung dan diuleg dari tangan sang ahli. Terdapat juga menu-menu yang lain seperti tumis Daun Dewa, tumis Tauge Ikan Asin dan menu istimewa lainnya.

Masih belum beranjak dari hawa laut, konsep bangunan Saung Layaran juga disesuaikan. Seperti halnya bangunan menarik di kawasan industri pariwisata Ancol, dengan dibangunnya gubug-gubug alias Saung memiliki arti yang saling menguatkan antara konsep natural pedesaan dengan arsitek pantai. Sehingga mudah dicerna sebagai restoran yang menyajikan kekhasan asli bangsa Indonesia terutama adat Sunda ditambah dengan menu Chinese food lain yang sangat menarik dan patut dicoba.

Meski baru satu tahun Saung Layaran kini mulai tercium dan mulai mendapat perhatian dari pengunjung. Selain hidangan menarik dengan bertambahnya menu baru juga konsep restoran yang semakin diperluas tidak hanya indoor namun juga outdoor lengkap dengan 18 gubug yang bisa menampung para undangan.

Khusus untuk acara pada 25 Januari 2018 bersamaan dengan peringatan Hari Gizi Nasional, Saung Layaran ikut andil untuk memberi kesempatan masyarakat menikmati hidangan bermutu dengan kualitas gizi yang seimbang dan tentunya disajikan sangat spesial. Di hari itu diadakan even menarik yaitu Cooking Class yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat.

Selaku trainer chief Opul merasa penting juga memberikan resep makanan yang tak hanya lezat saja tetapi kadar gizi juga diperlukan terutama untuk para ibu yang merupakan chief ahli di rumah mereka masing masing. Para peserta terdiri dari ibu-ibu PKK perwakilan dari wilayah Jakarta Utara, Cibubur hingga Serpong dan Sekolah Pariwisata Pandawa Budi Luhur Jakarta.

Ervin, manager Saung Layaran, mengatakan, event ini tindak lanjut dari misi Saung Layaran untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan tidak mengenakan biaya dalam acara tersebut atau free. Bahkan sejak dinobatkan Saung Layaran sebagai restoran yang terjangkau dan enak tersebut akan menjadikan agenda rutin di setiap tahunnya dengan even-even menarik lainnya.

Untuk waktu operasional, Saung Layaran siap melayani para pelanggan dari Senin hingga Jumat pukul 10.00 – 22.00 WIB dan juga Sabtu – Minggu pukul 10.00-24.00 Wib Satu lagi, Sebagai promo bulan Januari akan ada potongan diskon… khusus menu makanan kecuali minuman. Yuuk Mampir..! (tety)