17.1 C
New York
20/09/2020
Aktual

10 Driver Grab Car Ditangkap

JAKARTA (Pos Sore) – Dicurigai melakukan order fiktif, 10 pengemudi Grab Car ditangkap petugas Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kemarin. Polisi menyita 170 HP digunakan untuk rooting device seingga seolah-olah terdapat transaksi.
“Mereka menggunakan laptop, kemudian ada 170 handphone untuk melakukan rooting device tadi,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/1).

Nico menjelaskan, 10 tersangka yang berperan sebagai driver memang terdaftar secara resmi sebagai mitra di Grab Indonesia. Mereka melakukan registrasi dengan memasukkan mobil dijadikan sebagai sarana untuk antar-jemput penumpang. “Akan tetapi, mereka tidak benar-benar mengangkut penumpang, mereka hanya duduk saja,” ungkapnya.

Sementara, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Karmadibrata mengakui bahwa 10 pelaku mitra Grab Car. Tapi, mereka tidak melakukan pekerjaannya sebagai mana mestinya dan hanya bekerja di belakang meja saja.

“Kenapa bisa dilakukan, karena mereka melakukan rooting device, jadi device-nya itu diutak-atik sehingga bisa memasukan program tambahan yang tidak legal, jadi ini kombinasi tadi pura-pura jadi penumpang dan pengemudi,” ucap Ridzki.

Ditambahkan, pihaknya telah mengetahui hal ini selama berbulan-bulan. Namun, pihaknya memilih untuk ‘membiarkan’ terlebih dahulu agar bisa membawa para pelaku ke meja hijau.

“Kita sebetulnya mengetahui hal ini, jadi bukannya tidak kita ketahui, tapi kita kerja sama dengan polisi, karena ini adalah murni kriminal dan kasusnya dibawa ke meja hijau,” cetusnya.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, para pelaku melakukan aksinya di sebuah warung di Jalan Taman Aries, Kembangan, Jakarta Barat.

“Mereka bekerja pada jam-jam sibuk sampai dengan jam 4 sore, dan mereka selalu mendapatkan predikat ‘excellent’ setiap habis mengantarkan tumpangan, jadi itu yang membuat mereka mendapatkan insentif yang tinggi dari Grab,” tegasnya.

Sepuluh tersangka ini bisa melakukan hal itu atas bantuan tersangka AA dan CRN. Mereka lah yang melakukan rooting device, sehingga para driver Grab Car ‘tuyul’ ini bisa mendapatkan orderan fiktif. “Mereka bekerja sangat cepat. Untuk satu kali order hitungannya detik, enggak sampai menit,” tutupnya. (marolop)

Related posts

Siloam Hospitals Group Serahkan Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha

Tety Polmasari

Bangga sebagai Bangsa Merdeka dan Berdaulat Kunci Hadapi Tantangan Masa Depan

Tety Polmasari

Jokowi Disarankan Gaet Akbar Tandjung

Tety Polmasari

Leave a Comment