PATAKA – Universitas Trisakti Resmikan Akademi Aksara Alexis Farm

Rabu, 7 Feb 2018

BOGOR (Pos Sore) — Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA) dan Universitas Trisakti, Jakarta, berkolaborasi mendirikan Program Akademi Aksara Alexis Farm, di Kebun Nagrak Trisakti, Gunung Putri, Bogor, Rabu (7/2).

Di kampus Aksara (Akademi Sapi Oentoek Rakjat), ini peternak bisa belajar di kelas reguler atau kelas intensif. Pembelajarannya mengenai cara budidaya sapi potong yang baik hingga pemasaran.

“Dengan belajar di kampus ini, kami berharap outputnya peternak menjadi tangguh dan mandiri,” ujar Ketua PATAKA Yeka Hendra Fatika, yang juga penggagas Kampus Aksara.

Berbeda dengan kampus umum lainnya, di kampus ini peternak tidak dikenakan biaya apapun, kecuali jika ingin makan bersama-sama, baru ada biaya konsumsi. Kalaupun ada iuran, sifatnya sukarela.

Di kampus yang berlokasi di Kampung Nagrak, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ini peternak bisa belajar banyak cara budidaya peternakan sapi potong yang baik. Nantinya, harga sapi yang dijual juga menguntungkan.

Didirikannya kampus ini dilatarbelakangi usaha peternakan, khususnya sapi potong di kalangan peternak rakyat selama ini hanya sebatas ‘simpanan’, bukan kegiatan bisnis yang menjadi ladang penghasilan. Cara budidayanya pun sangat tradisional, sehingga perkembangan usaha ternak sapi potong rakyat cenderung stagnan.

“Kampus  ini bisa sebagai gerakan kultural yang bermula dari kondisi peternak rakyat saat ini. Dari hasil riset, ternyata ada kegelisahan dari kalangan peternak rakyat yang rindu terhadap trasfer teknologi terbaru,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan riset di lapangan, terlihat ada  peternak yang miskin, ada juga yang sukses. Padahal mereka tinggal di desa yang sama. Lalu mengapa yang satu bisa berhasil, tapi yang lain tidak? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka belajarlah di kampus ini.

Dewan Pertimbangan Presiden, Mayjen TNI (Purn), Sidarto Danusubroto yang secara resmi membuka kegiatan akademi Kampus Aksara Alexis Farm memberikan apresiasi terhadap adanya kampus untuk peternak rakyat ini.

“Ini adalah sekolah alam bagi peternak. Saya angkat topi dengan ide ini. Karena untuk menuju swasembada pangan, tanpa peternakan adalah omong kosong,” tegasnya. (tety)